Manakah yang Lebih Bahaya dan Menular, Varian Delta vs Varian Delta Plus?

Varian Delta dan varian Delta plus menjadi ancaman yang mengkhawatirkan kalau sama-sama lebih menular.

Shevinna Putti Anggraeni
Kamis, 19 Agustus 2021 | 10:30 WIB
Ilustrasi virus corona Covid-19, varian Delta. (Pixabay)

Ilustrasi virus corona Covid-19, varian Delta. (Pixabay)

Himedik.com - Belakangan ini, virus corona Covid-19 varian Delta tengah menjadi ancaman baru karena terbukti lebih mudah menular daripada varian virus corona lainnya.

Tetapi di tengah ancaman varian Delta, muncul varian Delta plus yang terdeteksi dalam beberapa kasus selama gelombang kedua. Varian Delta plus ini membawa mutasi dari dua varian virus corona, sehingga dikhawatirkan mematikan.

Varian Delta vs Varian Delta Plus

Saat ini, varian Delta maupun varian Delta plus telah dikategorikan sebagai variants of concern (VoC). Kedua varian virus corona ini menjadi ancaman terbesar di negara dengan cakupan vaksin Covid-19 rendah.

Varian Delta (B.1.617.2) ini pun telah menjadi varian dominan dan meningkat pesat di seluruh dunia. Varian virus corona ini pun telah berkontribusi pada peningkatan kasus Covid-19 di beberapa negara.

Ilustrasi Virus Corona Covid-19, varian Delta, varian Delta plus. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona Covid-19, varian Delta, varian Delta plus. (Pixabay)

Di India sendiri, kasus varian Delta ini masih mengkhawatirkan dan berkontribusi pada peningkatan kasus Covid-19 secara umum. Sementara itu, varian Delta plus yang ditemukan di Maharashtra, India juga menjadi varian virus corona yang mengkhawatirkan.

Karena, varian Delta plus itu mengandung mutasi dua varian virus corona, yakni varian Beta yang ditemukan di Afrika Selatan dan varian Delta yang ditemukan di India. Adapun dua mutasi yang paling mencolok dari varian Delta plus, yakni L452R dan P871R.

Tetapi, manakah antara varian Delta dan varian Delta plus yang paling menular dan berbahaya?

Sementara ini, varian Dela sangat bertanggung jawab untuk mendorong gelombang kedua virus corona Covid-19 dan tingkat penularannya pun cukup tinggi.

Tapi dilansir dari Times of India, varian Delta plus mengandung mutasi dari varian Delta sehingga membuatnyadicap memprihatinkan. Varian Delta plus dikatakan menyebar hampir 60 persen lebih cepat daripada varian Delta.

Baca Juga: Peneliti Jelaskan Kenapa Rambut Rontok Jadi Salah Satu Gejala Sisa Covid-19

Pengamatan klinis sementara menunjukkan penularan varian Delta masih lebih tinggi daripada varian Delta plus, yang diharapkan penularannya tetap lambat.

Saat ini, varian Delta pun masih menjadi strain virus corona Covid-19 yang paling dominan karena virusnya sangat aktif. Bahkan, para ahli telah menjelaskan gejala mencolok dari varian Delta.

Meskipun sekarang ini penyebaran varian Delta plus masih cenderung rendah dibandingkan varian Delta. Tapi, para ahli mengatakan varian Delta plus memiliki fitur dan peluang cukup untuk menyebar lebih cepat kedepannya.

 
×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB