Thailand Gabungkan Vaksin Sinovac dan Astrazena untuk Tingkatkan Kekebalan

Thailand mengambil langkah untuk menggabungkan suntikan pertam vaksin Sinovac dan suntikan kedua dari vaksin AstraZeneca.

Shevinna Putti Anggraeni
Jum'at, 03 September 2021 | 18:00 WIB
Thailand Gabungkan Vaksin Sinovac dan Astrazena untuk Tingkatkan Kekebalan

Thailand Gabungkan Vaksin Sinovac dan Astrazena untuk Tingkatkan Kekebalan

himedik.com - Thailand mengambil langkah untuk menggabungkan vaksin Sinovac dan vaksin AstraZeneca sebagai suntikan pertama dan suntikan kedua.

Menteri Kesehatan Thailand mengatakan ratusan pekerja medis sudah menerima suntikan gabungan dari kedua vaksin Covid-19 tersebut.

Anutin Charnvirakul, Menteri Kesehatan Thailand mengatakan suntikan gabungan antara vaksin Sinovac dan vaksin AstraZeneca ini bertujuan memberikan orang-orang perlindungan terhadap varian Delta dan membangun kekebalan yang lebih tinggi.

"Kami berusaha meningkatkan perlindungan terhadap varian Delta dan membangun kekebalan tingkat tinggi terhadap penyakit ini," kata Anutin Charnvirakul dikutip dari Forbes.

Karena itu, pekerja medis Thailand yang sudah vaksin Sinovaf juga akan diberikan suntikan vaksin mRNA, dari vaksin Pfizer maupun Moderna untuk meningkatkan kekebalan mereka.

Keputusan ini muncul sehari setelah kementerian kesehatan Thailand mengumumkan bahwa ratusan pekerja medis yang sudah vaksinasi lengkap menggunakan vaksin Sinovac terinfeksi virus corona Covid-19.

Kementerian Kesehatan Thailand melaporkan bahwa 1 perawat sudah meninggal dunia dan pekerja medis lainnya dalam kondisi kritis akibat virus corona Covid-19, meskipun sudah suntik vaksin Sinovac.

Insiden tersebut menambah kekhawatiran atas kemanjuran vaksin Sinovac dari China, terutama efektivitasnya dalam melawan varian Delta yang menular.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memberikan izin penggunaan darurat vaksin Sinovac. Karena, tingkat kemanjuran vaksin Sinovac mencapai 51 persen.

Artinya, tingkat kemanjuran vaksin Sinovac telah melebihi ambang batas yang ditentukan WHO untuk vaksin Covid-19, yakni 50 persen. Walaupun, selisihnya hanya 1 persen.

Baca Juga: Waspadai Sering Berkeringat di Malam Hari, Bisa Jadi Gejala Kanker Darah!

 
×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB