Jadi Genre yang Banyak Disukai, Apa yang Terjadi saat Nonton Film Horor?

Banyak orang menyukai genre film horor, pernahkah berpikir apa yang terjadi pada tubuh saat menontonnya?

Rosiana Chozanah
Jum'at, 17 September 2021 | 13:30 WIB
Jadi Genre yang Banyak Disukai, Apa yang Terjadi saat Nonton Film Horor?

Jadi Genre yang Banyak Disukai, Apa yang Terjadi saat Nonton Film Horor?

himedik.com - Beberapa waktu yang lalu sebuah perusahaan keuangan, FinanceBuzz, mengumumkan bahwa mereka menantang enam orang untuk menonton 13 film horor dan akan me,bayar sebesar $1.300 (sekitar Rp18 juta).

Perusahaan tersebut telah menyeleksi 13 film horor dan FinanceBuzz akan menganalisis serta membandingkan ketakutan penonton berdasarkan biaya produksi film, dari yang terbesar hingga terendah.

Masih berkaitan dengan hal ini, pernahkah Anda menduga-duga apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh ketika menonton film horor?

Menurut ahli fisiologi dari University of Plymouth, Dr Feisal Subhan, detak jantung sekaligus tekanan darah akan naik.

"Sains-nya adalah detak jantung naik, begitu juga dengan tekanan darah kita. Membuat kita siap menangani situasi yang menakutkan itu," kata Dr Feisal, dilansir BBC.

Sementara itu, tubuh juga akan melepaskan adrenalin yang akan bertahan beberapa menit.

"Adrenalin bertahan selama beberapa menit di tubuh kita, jadi butuh beberapa saat bagi detak jantung untuk beristirahat setelah menonton film horor," sambungnya.

Film horor Indonesia [Matamata.com]
Film horor Indonesia [Matamata.com]

Hormon adrenalin

Tubuh akan melepaskan hormon adrenalin selama situasi, 'flight, fight, or fright' (kabur, hadapi, atau takut).

Kelenjar adrenal mengekuarkan adrenalin yang akan meningkatkan pernapasan dan detak jantung serta aliran darah ke otot tubuh.

Baca Juga: Film Horor Sadis Diduga Menginspirasi Anak Berbuat Jahat, Studi Membantah

"Perubahan dalam tubuh kita dapat terjadi setelah pelepasan adrenalin, jadi agar detak jantung kita naik selama film horor, adrenalin perlu meningkat dalam aliran darah sebelumnya," imbuhnya.

Saraf simpatik yang terhubung ke jantung akan melepaskan neurotransmitter yang disebut noradrenalin.

Neurotransmitter tersebut mirip dengan adrenalin, tetapi akan bekerja lebih efektif saat stres atau takut.

Noradrenalin dapat menyebabkan tubuh merinding, dengan merangsang otot-otot kecil yang menarik akar rambut-rambut kecil di sekitar kulit.

Itulah mengapa rambut akan berdiri dan seolah pori-pori di kulit menonjol ketika kita ketakutan.

Ketika adegan menakutkan tampil di layar, pupil mata akan melebar karena tubuh sedang 'stres'. Ini membuat kita menjadi lebih fokus dan adegan tersebut terlihat lebih jelas.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB