Studi: Ibu Menyusui Kena Covid-19, Antibodi di ASI Bertahan Hingga 10 Bulan

Antibodi Covid-19 dalam ASI bisa bertahan hingga 10 bulan.

Fita Nofiana
Minggu, 03 Oktober 2021 | 09:00 WIB
Studi: Ibu Menyusui Kena Covid-19, Antibodi di ASI Bertahan Hingga 10 Bulan

Studi: Ibu Menyusui Kena Covid-19, Antibodi di ASI Bertahan Hingga 10 Bulan

himedik.com - Penelitian menemukan bahwa perempuan menyusui yang telah terinfeksi Covid-19 tetap mengeluarkan antibodi usai vaksin. Selain melindungi bayi dari penyakit, antibodi ini juga dapat digunakan untuk mengobati orang dengan Covid-19 yang parah. 

Melansir dari India Express, antibodi utama dalam ASI adalah Secretory Immunoglobulin A (IgA) yang menempel pada lapisan saluran pernapasan dan usus bayi. Kandungan ini menghalangi virus dan bakteri memasuki tubuh mereka.

Untuk penelitian ini, dokter Rebecca Powell dari rumah sakit Mount Sinai dan timnya menganalisis sampel ASI dari 75 perempuan yang sembuh dari Covid-19. Mereka menemukan bahwa 88 persen mengandung antibodi IgA.

“Artinya jika Anda terus menyusui, Anda masih memberikan antibodi itu dalam ASI Anda. Ini bisa menjadi terapi yang luar biasa karena IgA Sekretori dimaksudkan untuk berada di area mukosa ini, seperti lapisan saluran pernapasan, dan bertahan dan berfungsi dengan sangat baik di sana," ujar Powell. 

"Anda bisa bayangkan jika itu digunakan dalam pengobatan jenis nebuliser, mungkin akan sangat efektif selama jendela di mana orang tersebut menjadi sangat sakit, tetapi mereka belum pada titik [dimasukkan ke perawatan intensif],” tambahnya. 

Bereaksi terhadap penelitian ini, Dokter Sarika Gupta, konsultan senior, Onkologi dan Ginekologi Robotik, Rumah Sakit Indraprastha Apollo, New Delhi, mengatakan bahwa antibodi IgA ditemukan dalam ASI ibu menyusui yang sebelumnya terinfeksi terus disekresikan selama 10 bulan. 

"Antibodi ini memberikan kekebalan pasif pada bayi dan juga berpotensi digunakan untuk mengobati infeksi COVID 19 pada pasien yang sakit," ujar dokter Gupta. 

Dokter Gupta, mengatakan bahwa penelitian lebih lanjut akan diperlukan untuk memeriksa nilai penggunaan IgA yang berasal dari ASI dalam mengobati infeksi Covid-19.


Para peneliti juga menemukan bahwa perempuan yang divaksinasi memiliki antibodi spesifik virus dalam susu mereka. 

“Kita tahu bahwa tingkat antibodi yang dihasilkan oleh vaksin RNA sangat tinggi dibandingkan dengan vaksin lain. Anda tidak perlu banyak antibodi untuk melindungi Anda dari infeksi, tetapi efek susu sangat tergantung pada banyak antibodi dalam darah Anda yang ditransfer ke dalam susu Anda," ujar dokter Gupta. 

Baca Juga: Awas, Minuman Pemanis Buatan Justru Bikin Nafsu Makan Meningkat

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB