Ahli Temukan Varian Virus Corona Covid-19 AY.4.2, Berbahayakah?

Para ahli di India sedang menyelidiki avrian virus corona Covid-19 yang dijuluki AY.4.2.

Shevinna Putti Anggraeni
Kamis, 28 Oktober 2021 | 16:30 WIB
Ahli Temukan Varian Virus Corona Covid-19 AY.4.2, Berbahayakah?

Ahli Temukan Varian Virus Corona Covid-19 AY.4.2, Berbahayakah?

himedik.com - Laporan terbaru menyebutkan sekarang ini pejabat kesehatan India sedang menyelidiki subvarian virus corona Covid-19 yang dianggap sebagai penyebab utama lonjakan kasus di Inggris dalam beberap minggu terakhir.

Para ahli mendeteksi mutasi terbaru dari virus corona Covid-19 yang disebut AY.4.2, yakni sub-garis keturunan dari varian Delta yang paling menular. Saat ini, mutasi baru ini dijuluki sebagai varian Delta plus.

Menurut para ilmuan terkemuka yang berbasis di Universitas Columbia, sebanyak 75 garis keturunan AY dari virus corona Covid-19 yang telah diidentifikasi sampai sekarang.

Tapi, hal yang paling memprihatinkan adalah AY.4 salah satu sub-varian yang cepat bermutasi dan terus meningkat jumlahnya di beberapa bagian Inggris.

Hal ini terlihat dari lonjakan kasus varian Delta selama beberapa bulan terakhir di Inggris.

Jika laporan ini diteruskan, sebanyak 63 persen dari kasus baru dalam sebulan terakhir telah diurutkan secara genom untuk memiliki varian AY.4.2.

Selanjutnya, AY. 4.2 sublineage juga telah dilacak di beberapa bagian Eropa, termasuk Denmark dan Jerman, yang pertama kali diidentifikasi pada bulan Juli 2021.

Ilustrasi Virus Corona Covid-19, mutasi virus corona, varian virus corona. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona Covid-19, mutasi virus corona, varian virus corona. (Pixabay)

Para peneliti telah menimbulkan kekhawatiran bahwa garis keturunan, milik varian Delta yang menyebar cepat bisa sangat menular dan menyebabkan lonjakan berulang di seluruh dunia.

Dalam beberapa bulan terakhir, varian Delta Plus dikatakan sebagai mutasi yang berbeda. B.1.617.2.1/(AY.1), pertama kali diidentifikasi di negara bagian di seluruh India.

Sementara varian yang dijuluki sebagai varian perhatian dianggap lebih berbahaya dan mengancam dibandingkan varian Delta.

Baca Juga: Berat Badan Naik saat Berhenti Merokok? Ketahui Alasannya

Sedangkan, mutasi baru virus corona sekarang ini juga merupakan sub-garis keturunan dari varian Delta, yang telah ditetapkan lebih mengancam.

Namun dilansir dari Times of India, kedua mutasi virus corona yang merupakan cabang varian Delta bisa memicu kekhawatiran. Meskipun cakupan vaksinasi sudah cukup luas, tapi seseorang masih berisiko garis keturunan varian Delta tersebut.

Walaupun masih banyak yang diketahui tentang garis keturunan ini, para ahli percaya bahwa mutasi baru ini berasal dari varian Delta yang bisa menandakan gejala virus corona Covid-19 lebih buruk, lebuh menular dan menyebar cepat.

Sejauh ini, varian Delta dari virus corona Covid-19 dianggap 60 persen lebih menular. Para ahli pun berpendapat garis keturunan AY.4.2 juga bisa sama berbahayanya.

Ada juga bukti bahwa varian virus corona sekarang ini membuat antibodi yang digerakkan oleh vaksin Covid-19 atau kekebalan sekarang ini tidak efektif.

Varian virus corona yang sedang diselidiki sekarang ini pun diketahui mengandung mutasi yang mengkhawatirkan. A1711V adalah mutasi yang mempengaruhi protein Nsp3 virus, yang memainkan peran penting dalam replikasi virus.

Varian ini juga memiliki dua mutasi tambahan yang bisa mempengaruhi protein lonjakan virus corona.

Saat ini, para peneliti belum mengetahui seberapa besar dan cepatnya infeksi virus corona yang disebabkan oleh varian tersebut. Tapi, varian ini merupakan garis keturunan dari varian Delta yang berdampak pada vaksinasi, sehingga orang-orang harus berhati-hati.

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB