Mengenal Varian Omicron, Ini Hal-hal yang Harus Diwaspadai!

Varian Omicron yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan ini memiliki beberapa hal yang perlu diwaspadai.

Shevinna Putti Anggraeni
Senin, 29 November 2021 | 06:00 WIB
Mengenal Varian Omicron, Ini Hal-hal yang Harus Diwaspadai!

Mengenal Varian Omicron, Ini Hal-hal yang Harus Diwaspadai!

himedik.com - Varian virus corona Covid-19 yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan, varian Omicron yang memicu kekhawatiran di seluruh dunia sudah ditemukan di Belgia, Botswana, Jerman, Hong Kong, Israel, Italia, dan Inggris.

Meskipun para ilmuwan perlu beberapa minggu untuk memahami varian Omicron (termasuk seberapa cepat penyebarannya dan tingkat keparahan infeksinya) WHO telah menyatakan varian Omicron sebagai Variant of Concern (VoC).

Artinya, varian Omicron ini lebih menular, lebih ganas dan mampu menghindari kekebalan yang terbentuk oleh suntikan vaksin Covid-19 atau kekebalan alami dari infeksi virus corona Covid-19.

Tapi, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang varian Omicron tersebut. Bukti awal menunjukkan bahwa varian Omicron lebih menular dibandingkan varian Delta.

Varian baru ini memiliki 30 mutasi pada protein lonjakan, yakni bagian dari virus yang mengikat sel manusia. Terinfeksi varian Omicron bisa lebih menular dan memiliki lebih banyak mekanisme untuk menghindari kekebalan yang telah diberikan oleh vaksin Covid-19.

Ilustrasi virus corona Covid-19, varian Omicron(Pixabay).
Ilustrasi virus corona Covid-19, varian Omicron(Pixabay).

Sejauh ini, varian Omicron cenderung menginfeksi orang muda. Dr Angelique Coetzee, kepala Asosiasi Medis Afrika Selatan mengatakan mereka yang terinfeksi varian Omicron ini mengalami kelelahan dan nyeri di seluruh tubuh.

Sementara itu, jurnal Nature menemukan bahwa varian Omicron ini juga meningkatkan risiko infeksi ulang. Tapi, pada tahap awal ini cukup sulit untuk menentukan seberapa besar risiko infeksi ulangnya.

"Satu hal yang membuat kami khawatir adalah profil mutasinya. Kami membutuhkan pengamatan lebih lanjut untuk memahami varian baru virus corona dan efeknya terhadap pandemi," kata Dr. Richard Lessells, pakar penyakit menular di University of KwaZulu-Natal di Durban, Afrika Selatan dikutip dari Vox.

Mereka juga belum bisa menentukan pengobatan virus corona Covid-19 menggunakan antibodi monoklonal dan pil dari Pfizer dan Merck untuk varian Omicron ini sama efektifnya atau tidak.

Dr Leana Wen, seorang profesor kesehatan masyarakat di Universitas George Washington, mengatakan hal ini sama tidak jelasnya untuk mengetahui seberapa parah varian Omicron ini menginfeksi manusia.

Baca Juga: Dr. Zaidul Akbar Ungkap Cairan Pencegah Dehidrasi Terbaik, Apa Itu?

WHO mengatakan kasus varian Omicron paling awal diketahui terjadi pada 9 November 2021. Namun, varian baru virus corona ini baru pertama kali terdeteksi pada 24 November di Afrika Selatan yang memiliki alat pendeteksi canggih.

Meskipun varian Delta masih menjadi varian dominan di seluruh dunia, varian Omicron ini kemungkinan sudah menyebar luas di luar Afrika Selatan.

Menurut Dr Anthony Fauci, pakar penyakit menular terkemuka di AS, orang yang terinfeksi virus corona dan baru saja melakukan perjalanan ke luar negeri sebaiknya isolasi mandiri sebelum menular lebih luas.

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB