Awas! Stres Kerja Picu Lonjakan Penyakit Jantung, Wanita Lebih Rentan

Peneliti menemukan stres terkait pekerjaan, gangguan tidur, dan kelelahan melonjak lebih tajam di kalangan wanita daripada pria.

Yasinta Rahmawati
Jum'at, 12 Juli 2024 | 12:15 WIB
Awas! Stres Kerja Picu Lonjakan Penyakit Jantung, Wanita Lebih Rentan

Awas! Stres Kerja Picu Lonjakan Penyakit Jantung, Wanita Lebih Rentan

himedik.com - Sebuah studi baru menunjukkan bahwa stres di tempat kerja meyebabkan lonjakan pada jantung. Hal ini yang kemudian bisa menjadi penanda penyakit jantung.

Melansir dari Independent, para peneliti menemukan stres terkait pekerjaan, gangguan tidur, dan kelelahan melonjak lebih tajam di kalangan wanita daripada pria.

Studi yang dipresentasikan pada Konferensi Organisasi Stroke Eropa tersebut menunjukkan bahwa proporsi pria dan perempuan yang melaporkan stres di tempat kerja meningkat dari 59 persen pada 2012 menjadi 66 persen pada 2017.

Sementara mereka yang merasa kelelahan naik dari 23 persen menjadi 29 persen dalam periode waktu ini. Tetapi perempuan jauh lebih mungkin untuk melaporkan malam tanpa tidur dan kelelahan.

Sementara jumlah pria dan wanita yang melaporkan gangguan tidur meningkat dari 24 persen menjadi 29 persen pada periode ini, dengan gangguan tidur parah juga meningkat lebih tajam pada wanita daripada pria.

Para peneliti mencatat peningkatan ini mengkhawatirkan karena bisa terkait dengan penyakit kardiovaskular

Ilustrasi stres kerja (freepik.com/yanalya)
Ilustrasi stres kerja (freepik.com/yanalya)

Dr Susanne Wegener, salah satu penulis studi tersebut mengatakan bahwa diabetes, kolesterol tinggi, merokok, obesitas, aktivitas fisik, dan hipertensi arteri merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular.

"Tetapi baru-baru ini telah ditunjukkan bahwa faktor risiko yang kurang konvensional seperti tekanan kerja dan masalah tidur dapat secara substansial meningkatkan risiko kardiovaskular," kata Dr Wagner, seorang profesor neurologi di University of Zurich.

"Secara tradisional pria dianggap lebih terpengaruh oleh serangan jantung dan stroke daripada perempuan, tetapi di beberapa negara, perempuan telah menyusul pria. Ada kesenjangan gender dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui alasannya," imbuhnya. 

Baca Juga: Sering Dipakai di Dapur, 4 Barang Ini Ternyata Mengandung Mikroplastik

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB