Pria

Dua Hari Ereksi, Mr P Pria Ini Akhirnya Diamputasi

Ereksi berkepanjangan pria itu sempat sembuh, tapi kulupnya menghitam.

Galih Priatmojo | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Ilustrasi amputasi Mr P - (Pixabay/ejaugsburg)
Ilustrasi amputasi Mr P - (Pixabay/ejaugsburg)

Himedik.com - Seorang pria harus merelakan ujung Mr P miliknya dipotong. Amputasi Mr P itu terpaksa dilakukan setelah dokter berupaya mengatasi ereksi selama dua hari yang dialaminya.

Kali pertama periksa ke rumah sakit, pria asal India itu mengeluhkan ereksi berkepanjangan yang tak kunjung mereda dan terasa menyakitkan. Kondisi ini disebut priapismus dalam dunia medis.

HiMedik.com mengutip The Sun, Kamis (4/4/2019), awalnya, ahli bedah mengatasi priapismus pria 52 tahun itu dengan memasukkan shunt, alat untuk mengalihkan aliran, ke Mr P-nya. Mereka juga memasukkan kateter kemih dan membungkusnya dengan balutan tekan.

Namun keesokan harinya, kepala Mr P pria itu, yang sudah lembek, mulai berubah menjadi hitam. Ada begitu banyak jaringan yang mati. Ahli bedah pun tidak punya pilihan selain mengamputasi Mr P pria yang tak disebutkan namanya itu.

Ilustrasi masalah Mr P - (Shutetrstock)
Ilustrasi masalah Mr P - (Shutetrstock)

 

Tiga minggu setelah operasi, pria itu bisa buang air kecil dengan normal dan memiliki "luka yang sehat".

Dalam laporan kasus dari King George’s Medical University di Lucknow itu, Dr Saqib Mehdi, yang merawat pasien, menulis, "Kami telah melepas kateter uretra, tapi tetap saja warna hitam kulup semakin menggelap di hari berikutnya, dan terlihat makin jelas ada garis demarkasi di antara kulup dan batang Mr P."

Menurut Dr Mehdi, kateter dan balutan tekan yang membungkus Mr P setelah prosedur awal mungkin telah memicu gangren, kematian kulit dan daging yang tidak dapat dipulihkan. Karena gangren tidak dapat dirawat, maka satu-satunya pilihan adalah mengamputasi kepala Mr P.

Diketahui, priapismus dianggap darurat jika berlangsung lebih dari dua jam. Tidak jelas apa yang memicu kondisi menyakitkan pria ini, tetapi menurut NHS, priapismus dapat disebabkan oleh penyakit sel sabit, obat-obatan ilegal maupun legal, atau obat kuat seperti Viagra.

Berita Terkait

Berita Terkini