Viral Punggung Dikerok Motif Baliho Kampanye, Begini Cerita di Baliknya

Si tukang pijit bahkan mengerok secara arsir angka 0 di punggung kliennya.

Vika Widiastuti | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Rabu, 10 April 2019 | 17:00 WIB
Viral Punggung Dikerok Motif Baliho Kampanye, Begini Cerita di Baliknya

Viral Punggung Dikerok Motif Baliho Kampanye, Begini Cerita di Baliknya

himedik.com - Foto punggung seorang pria merah akibat bekas kerokan viral di media sosial. Pria tersebut disebut telah menjadi 'korban kampanye' oleh tulang pijit. 

Diunggah pengguna akun Twitter @annisa_rianti, Selasa (9/4/2019), bekas kerokan di punggung pria tersebut bukan garis lorong seperti bekas kerokan pada umumnya, melainkan berbentuk angka 20. Bahkan. Si tukang pijit bahkan mengerok secara arsir angka 0 di punggung kliennya.

Ternyata, menurut keterangan kakak 'korban', si tukang pijit diam-diam melakukan kampanye politik saat melakukan pekerjaannya.

 

Melalui akun Twitter @aidaazhar, sang kakak menceritakan pengalaman adiknya itu.

"Selama diurut, dia ditanya milih siapa, dan diam saja (secara lagi masuk angin kan ya). Cuma dia mikir, kok sakit banget dikerok, terus kok aneh bentuknya (dan doi berasumsi abangnya enggak jago ngerok)," cuitnya.

Aida melanjutkan, setelah tukang pijit pulang, baru diketahui ternyata punggung adiknya disamakan dengan baliho untuk kampanye poitik.

"Dan kita enggak ada yang sadar kalau diarsir gini punggungnya, sampai abangnya pulang dan dadah-dadah. Nasi sudah jadi bubur, punggung sudah jadi baliho," tambah Aida.

Setelah tertawa terbahak-bahak hingga mengeluarkan air mata melihat nasib adiknya, Aida kemudian mengungkapkan kekesalan pada orang-orang yang terlampau fanatik pada paslon atau caleg yang didukung, termasuk si tukang pijit. Menurutnya, tindakan mereka sudah melampaui batas, apalagi privasi.

 

Baca Juga: Heboh Siswi SMP di Pontianak Dianiaya, Kenali 5 Mitos Kekerasan Seksual

"Ini orang-orang (in general ya) sudah berlebihan sih obsesinya di pilpres. Ada batas di mana kita harus bisa denggak memaksakan, meskipun itu apa yang kita anggap baik/benar."

"Menghargai privasi orang lain itu sebenarnya uga menghargai pilihan kita sendiri. An obssession is a way for damaged people to damage themselves more," keluh Aida.

Hingga berita ini ditulis, foto adik Aida yang diunggah @annisa_rianti telah di-retweet lebih dari empat ribu kali dan menuai 200-an komentar.

"Harus ketawa apa miris ini," komentar seorang warganet.

"Maaf aku tertawa di atas penderitaannya," tambah yang lain.

×
Zoomed
TERKINI
Ada beberapa penyebab kelumpuhan wajah yang perlu Anda ketahui dan waspadai....
pria | 08:00 WIB
Sebelum terjadi saraf kejepit, solusi terbaik melakukan pencegahan....
pria | 07:00 WIB
Ketika kandung kemih terasa penuh dan sudah muncul keinginan buang air kecil, maka sebaiknya segera ke kamar mandi...
pria | 07:00 WIB
Benarkah konsumsi telur dapat meningkatkan risiko mengembangkan bentuk kanker prostat?...
pria | 09:24 WIB
Bahkan kandungannya lebih tinggi tiga kali lipat dibanding testis hewan dan plasenta manusia....
pria | 10:55 WIB