Pria

Terpukul karena Kematian Ayahnya, Pria Ini Meninggal 24 Jam Kemudian

Setelah kematian ayahnya, Yon mengalami kejang dan menangis.

Vika Widiastuti

Ilustrasi depresi - (Pixabay/geralt)
Ilustrasi depresi - (Pixabay/geralt)

Himedik.com - Belum lama kehilangan suaminya, seorang wanita juga harus merelakan kepergiaan anak laki-lakinya yang meninggal 24 jam setelah sang suami meninggal. 

Dilaporkan Mstar, peristiwa ini terjadi di Kulim, Kedah, Malaysia. Ayah dan anak itu meninggal karena stroke. Keduanya meninggal hampir di jam yang sama, yaitu sekitar pukul 11.00 malam waktu setempat.

Salmah Mohamad (65) mengaku hancur atas kematian dua orang yang dicintainya dalam waktu yang tak berselang lama. Suaminya, Mohd Ali Awang (70) menderita stroke sejak Mei 2018, sementara putra mereka, Harul Shahrin (38) juga mengalami penyakit yang sama sejak 2016.

Ia mengatakan, suaminya meninggal di rumah pada Senin (15/7/2019). Putranya yang dipanggil Yon juga meninggal di Hospital Kulim keesokan harinya, Selasa (16/7/2019) sekitar jam 11.00 malam waktu setempat, jam yang sama dengan ayahnya.

Menurut Salmah, suaminya meninggal di depan Yon. Hal itu membuatnya shock. Setelah itu, Yon mengalami kejang dan menangis. Tubuhnya dingin dan ia mulai berkeringat. Yon tidak bisa bernapas dengan normal pada malam itu.

Ilustrasi depresi (shutterstock)
Ilustrasi depresi (shutterstock)

 

Karena kondisinya, Yon lantas dilarikan ke rumah sakit pada hari Selasa pukul 09.30 malam. "Dia anak yang baik, tidak pernah marah atau berdebat dengan saya. Bahkan ketika saya ingin membuat kue, dia tidak membiarkan saya karena ia khawatir saya akan lelah," katanya.

Yon pun dimakamkan di sebelah ayahnya. Salmah mengatakan, tak ada kata-kata yang bisa menggambarkan rasa kehilangannya.

Berita Terkait

Berita Terkini