Pria

Raffi Ahmad Ungkap Isi Hatinya Lewat Hipnoterapi, Ini Manfaatnya!

Perlu Anda ketahui, hipnoterapi berbeda dengan hipnotis.

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni

Raffi Ahmad ngeluh suaranya serak dan hilang (Ismail/Suara.com)
Raffi Ahmad ngeluh suaranya serak dan hilang (Ismail/Suara.com)

Himedik.com - Raffi Ahmad sempat menceritakan isi hatinya saat dihipnoterapi oleh Ferdinans beberapa waktu yang lalu. Ia mengungkapkan kegelisahannya tentang penyakit hingga kesibukannya

Perlu Anda ketahui, hipnoterapi berbeda dengan hipnotis. Hipnoterapi adalah metode psikoterapi yang dikembangkan oleh seorang Ilmuwan asal Austria, Franz Anton Mesmer pada tahun 1770-an.

Seseorang dalam keadaan hipnosis akan lebih mendapat ketenangan dan kejernihan pikiran untuk berdiskusi atau bercerita tentang semuanya.

Melansir dari Clevel and Clinic, hipnoterapi sering digunakan untuk membantu mengendalikan rasa sakit dan mengatasi kebiasaan seperti merokok atau makan berlebihan.

Adapun beberapa hal yang bisa disembuhkan melalui metode hipnoterapi:

Ilustrasi hipnotis [shutterstock]
Ilustrasi hipnotis [shutterstock]

 

1. Fobia, ketakutan dan kecemasan

2. Gangguan tidur

3. Depresi

4. Kecemasan pasca trauma

5. Duka dan kehilangan

Bahkan hipnoterapi ini bisa mengatasi trauma psikologis di masa lalu dengan cara menetralkan atau mengubah persepsi seseorang terhadap suatu kejadian traumatis.

Melansir dari hellosehat.com, contohnya menangani seseorang yang trauma akibat pertengkaran dan perceraian kedua orangtuanya. Sehingga ia memiliki ketakutan untuk menjalin hubungan asmara.

Dalam kondisi ini, hipnoterapi bisa membantu klien dalam keadaan yang rileks dan sangat fokus pada pikiran bawah sadarnya sehingga tidak terganggu oleh apapun di sekitarnya.

Setelah itu, hipnoterapi akan memancing memori yang tersimpan dalam pikiran bawah sadarnya supaya muncul ke permukaan. Traumatis dan emosi negatif ini akan dinetralkan melalui sugesti.

Misalnya, seseorang disugesti untuk memaafkan kedua orang tuanya atau memahami perceraian. Sehingga memori buruk itu akan hilang dari ingatannya dan ia memiliki persepsi serta pikiran yang jauh lebih positif.

Berita Terkait

Berita Terkini