Pria

Suka Makanan Setengah Matang, Dokter Temukan Cacing di Otak Pria ini!

Dokter menemukan cacing hidup di otak seorang pria yang menderita epilepsi.

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni

Ilustrasi cacing masuk ke otak - (Pixabay/VSRao)
Ilustrasi cacing masuk ke otak - (Pixabay/VSRao)

Himedik.com - Liu, seorang pria asal China menderita epilepsi yang diduga karena cacing pita bersarang di dalam otaknya. Cacing pita itu berasal dari makanan setengah matang yang sering dikonsumsinya.

Awalnya, cacing yang hidup di dalam otak pria 26 tahun ini ditemukan saat dokter di Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Nanchang mengoperasi kepalanya.

Mulanya, dokter tidak menemukan penyebab medis pria ini menderita epilepsi. Dokter Wang yang menangani Liu pun menyarankan untuk tes darah dan ditemukan ada cacing pita di dalam otaknya.

Setelah itu, Liu menjalani operasi untuk pengambilan cacing pita. Akhirnya, dokter berhasil mengambil cacing pita sepanjang 10 cm yang hidup di otaknya.

"Cacing itu masih hidup ketika kita berusaha mengeluarkannya. Warnanya putih, kenyal dan bisa bergerak di dalam otak," kata dr Wang, dikutip dari SCMP.

Menurutnya, cacing pita sepanjang 10 cm itu masuk ke dalam otak karena Liu mengonsumsi makanan yang kurang matang dan telah terkontaminasi.

Ilustrasi epilepsi. (Shutterstock)
Ilustrasi epilepsi. (Shutterstock)

Pasalnya, Liu sangat menyukai makanan panggang dan setengah matang. Selama ini ia tak pernah ada keluhan suatu penyakit, tetapi tiba-tiba mengalami epilepsi.

Menurut Guo Hui, presiden Neuromedical Center, kasus seperti Liu biasa terjadi di daerah dengan pasokan air tidak sehat dan orang-orang terbiasa mengonsumsi ikan maupun daging setengah matang atau mentah.

Akibatnya, cacing dan telurnya tidak terbunuh karena cara pengolahannya yang tidak benar. Cacing bisa berpindah ke organ tubuh seperti paru-paru dan otak melalui darah ketika seseorang mengonsumsi makanan mentah.

Cacing pita parasit bisa menginfeksi manusia. (Shutterstock)
Cacing pita parasit bisa menginfeksi manusia. (Shutterstock)

"Padahal otak menerima hampir seperempat dari suplai darah. Kemungkinan cacing bisa bersarang di dalam otak dan organ lain melalui darah," kata Guo.

Ketika di dalam otak, cacing tidak akan mati, tetapi justru bereproduksi dan bisa merusak fungsi otak. Kondisi inilah yang menyebabkan gejala seperti sakit kepala, mual, pendarahan, dan epilepsi.

Berita Terkait

Berita Terkini