Pria

Dikira Benjolan Jerawat Meradang di Dahi, Ternyata Pria ini Memencet Tumor!

Seorang pria nekat memencet benjolan di dahi yang dikira jerawat, ternyata benjolan tumor.

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni

Ilustrasi jerawat - (Pixabay/Kjerstin_Michaela)
Ilustrasi jerawat - (Pixabay/Kjerstin_Michaela)

Himedik.com - Banyak yang belum menyadari bahwa kebiasaan memencet jerawat bisa merusak kulit hingga membahayakan. Seperti pria 51 tahun asal China ini yang memencet bejolan seperti jerawat di dahinya yang tak disangka sebuah penyakit ganas.

Mulanya, pria itu mengira benjolan besar di dahinya adalah jerawat meradang yang ternyata tumor penyebab kanker.

Sebelumnya, sudah banyak ahli dermatologi yang memeringatkan agar orang-orang jangan memencet jerawat. Karena, hal ini bisa merusak jaringan parut pada kulit secara permanen bahkan lebih parah lagi.

Sayangnya dilansir dari World of Buzz, masih banyak orang yang tidak peduli dengan larangan tersebut. Begitu pula dengan pria 51 tahun ini yang nekat memencet jerawat di dahinya daripada berkunjung ke dokter.

Setelah dipencet, jerawat di dahinya justru semakin tumbuh, padat dan menghitam. Saat itulah pria tersebut baru mulai mengunjungi dokter untuk menangani benjolannya.

Dokter pun mendiagnosis pria itu menderita squamous cell carcinoma (SCC) yang merupakan bentuk kanker kulit paling umum kedua.

Seorang lelaki memiliki masalah dengan jerawat. [shutterstock]
Seorang lelaki memiliki masalah dengan jerawat. [shutterstock]

 

Pastinya, pria ini tak pernah menyangka benjolan seperti jerawat di dahinya ternyata tumor ganas yang membusuk dan berdarah setelah pecah.

Sebenarnya, tindakan bedah adalah metode perawat yang paling umum dan efektif untuk menangani kondisi pria itu.

Tetapi karena tumor tersebut berada di dahinya, pria itu memiliki risiko kerusakan saraf selama operasi yang menyebabkan kelopak matanya menutup secara permanen.

Selain itu, pria itu juga berisiko mengalami banyak komplikasi lanjut yang membutuhkan penanganan dokter ahli. Salah satunya transplantasi kulit, di mana kulit dari bagian tubuh lain diambil lalu dicangkokkan pada daerah yang terkena.

Jadi, tindakan bedah yang akan dilakukan dengan cara mengambil sebagian kulit dari lengannya lalu dicangkokkan ke wajah untuk memperbaiki kerusakan akibat tumor.

Akhirnya, pria itu pun tetap melakukan tindakan bedah dan transplantasi kulit untuk mengatasi kulit area dahinya yang rusak akibat tumor ganas.

Setelah 5 jam operasi, dokter berhasil mencangkokkan kulitnya. Beruntungnya, kondisi yang dialami pria ini masih bisa ditangani oleh dokter dengan baik.

Karena, squamous cell carcinoma (SCC) termasuk kanker yang paling sering disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet (UV). Sehingga Anda disarankan untuk selalu menggunakan tabir surya sebelum keluar rumah dan beraktivitas di luar ruangan.

Berita Terkait

Berita Terkini