Pria

Karena Kelainan Langka, Mr P Pria 41 Tahun Ini Patah 2 Kali dalam 5 Bulan!

Organ intim seorang pria usia 41 tahun patah sebanyak 2 kali hingga butuh rekonstruksi ulang akibat kelainan langka.

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni

Ilustrasi masalah Mr P - (Shutetrstock)
Ilustrasi masalah Mr P - (Shutetrstock)

Himedik.com - Pria 41 tahun asal Inggris mengalami penis 'patah' sebanyak 2 kali dalam lima bulan akibat kelainan langka. Akibatnya, pria tersebut harus menjalani operasi untuk memperbaiki ulang fraktur Mr P miliknya.

Sebelumnya, pria itu didiagnosis mengalami kelainan genetik langka yang disebut sindrom danlos ehler (EDS). Kelainan genetik langka ini menyebabkan hipermobilitas.

Suatu hari, pria itu mengunjungi dokter setelah 10 hari mengalami cedera ketika berhubungan seksual. Ia tidak segera berkunjung ke dokter ketika mengalami cedera karena mengira masih bisa menangani kondisinya sendiri.

Pria itu lantas meminta dokter menangani dan memperbaiki kembali fraktur Mr P-nya yang patah ketika berhubungan seks 10 hari lalu.

Ahli Urologi dilansir dari Daily Mail pun menjelaskan bahwa pasien dengan EDS biasanya memiliki kelemahan ketika berhubungan seks dan membutuhkan banyak pelumas.

Tetapi, dokter yang menangani pria 41 tahun ini belum menemukan hubungan antara Mr P-nya yang patah dengan riwayat penyakit EDS.

ilustrasi mr. P (shutterstock)
ilustrasi mr. P (shutterstock)

 

"Berdasarkan kasus pria ini, kami menduga bahwa pria dengan EDS lebih mungkin mengalami masalah soal fraktur Mr P," hasil Laporan Kasus Urologi.

Sementara itu, tulisan tim medis dalam sebuah jurnal yang dipimpin oleh Dr Arthur Burnett menyatakan bahwa orang yang mengalami fraktur Mr P bisa jadi karena cedera ereksi maupun riwayat penyakit EDS.

Pria yang mengalami patah pada Mr P sebanyak 2 kali ini pun berhasil ditangani oleh tim medis setelah menjalani operasi.

Sejak 1924, sudah tercatat sekitar 1.600 atau sekitar 16 kasus penis patah per tahunnya. Para peneliti juga mencatat bahwa 50 persen kasus penis patah, mereka mendengar adanya suara retak. Bahkan 4 dari 5 pasien mendengarnya bersamaan kehilangan ereksi.

Diketahui penyakit langka EDS ini hanya menyerang 1 dari 10 ribu orang di seluruh dunia. Gejalanya meliputi, hipermobilitas, kulit melar atau jaringan yang mudah memar. Dalam beberapa kasus, sindrom ini juga bisa mengancam jiwa.

Namun, NHS mendata bahwa masalah fraktur penis tidak termasuk dalam daftar komplikasi dari penyakit langka ini. Menurut dr. Rich Biney, seorang ahli urologi di Brimingham mengatakan bahwa EDS biasanya menyebabkan kelemahan jaringan ikat, terutama pembuluh darah.

Berita Terkait

Berita Terkini