Pria

Ayah Beyonce Kena Kanker Payudara, Kenali Risiko dan Gejala Penyakit Ini!

"Dari sudut pandang pria, saya berpikir, 'mengapa saya?'."

Vika Widiastuti

Ayah Beyonce, Mathew Knowles alami kanker payudara. (Instagram/mrmathewknowles)
Ayah Beyonce, Mathew Knowles alami kanker payudara. (Instagram/mrmathewknowles)

Himedik.com - Oktober dipengati sebagai bulan kesadaran kanker payudara. Penyakit ini tak hanya bisa menyerang perempuan, tetapi juga laki-laki.

Penyanyi dan selebritas populer, Mathew Knowles yang tak lain adalah ayah Beyonce mengungkapkan, ia mengalami kanker payudara. Dalam sebuah wawancara di sebuah acara TV baru-baru ini, ia mengatakan kanker payudaranya akibat faktor genetik, yaitu mutasi BRAC.

Dia tahu penyakitnya setelah melihat noda darah di kemejanya dan bergegas memeriksakan diri. Tes menunjukkan diagnosis kanker payudara. "Ini genetika, itu berarti bahwa anak-anakku memiliki peluang lebih tinggi, risiko lebih tinggi, bahkan cucu-cucuku punya risiko lebih tinggi, dan mereka menanganinya seperti seharusnya. Mereka menjalani tes," ujarnya dikutip dari timesofindia.

Mathew mengatakan, diagnosis ini telah mengubah hidupnya dan membuatnya mempertimbangkan banyak keputusan. "Dari sudut pandang pria, saya berpikir, 'mengapa saya?'"

Sejak itu, ia mulai mengubah gaya hidupnya, seperti mengakhiri kebiasaan minumnya dan mulai melakukan meditasi secara rutin.

Menurutnya, deteksi dini telah membantunya menjalani perawatan tepat waktu. Ia telah menjalani sekali operasi pada Juli dan saat ini sedang pemulihan.  Ke depannya, dia akan menjalani operasi kembali untuk mengangkat payudara kanannya yang terinfeksi.

Ayah Beyonce Kena Kanker Payudara, Kenali Risiko dan Gejala Penyakit Ini! - 1
Kanker payudara. (shutterstock)

 

Berkaca dari kasus yang dialami Mathew, para pria haris lebih waspada terhadap penyakit ini. Penting untuk mengidentifikasi faktor risiko dan selalu menjaga kesehatan.

Para ahli mengungkapkan, sama seperti wanita, pria juga berisiko mengalami kanker payudara. Risikonya memengaruhi kurang dari 1 persen populasi atau 1 dari 1000 kasus dan paling sering ditemukan pada pria berusia 60-70 tahun.

Meski pria tidak memiliki fungsi penghasil susu seperti wanita, tipe sel dan jaringannya sama sehingga bisa menjadi kanker dan menimbulkan masalah.

Payudara besar pada lelaki [shutterstock]
Payudara besar pada lelaki [shutterstock]

 

Sementara itu, faktor risikonya sama antara pria dan wanita. Yaitu, paparan radiasi tingkat tinggi, tingkat estrogen yang tinggi, ketidakseimbangan hormon, genetik, terutama jika ada prevalensi gen BRCA 2 dalam keluarga.

Jika seorang positif gen BRCA 1 atau BRCA 2 berarti risiko kanker payudara yang ditularkan kepada anaknya sekitar 50-60 persen.

Gejala kanker payudara antara pria dan wanita sama, yaitu benjolan yang menyakitkan, berdarah atau mengalami kekakuan atau rasa berat di dalam dan sekitar area dada atau payudara. Deteksi dini diperlukan sebagai kunci perawatan dan mencegah penyakit bertambah parah.

Berita Terkait

Berita Terkini