Pria

Ayah Olga Lydia Meninggal karena Infeksi Paru-Paru, Ketahui Gejalanya!

Ayah Olga Lydia meninggal dunia karena infkesi paru-paru yang gejalanya bisa seperti flu atau pilek.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni

Olga Lydia [Revi C Rantung/Suara.com]
Olga Lydia [Revi C Rantung/Suara.com]

Himedik.com - Duka mendalam tengah dirasakan oleh Olga Lydia yang baru saja kehilangan ayahnya, Hertadi. Ayah Olga Lydia meninggal dunia karena infeksi paru-paru pada Selasa (05/11/2019). 

Olga Lydia pun membenarkan bahwa ayahnya baru saja meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

"Iya mbak benar (meninggal dunia). Saya lagi ngurusin ini mbak. Nanti lagi ya teleponnya. Makasih mbak," kata Olga Lydia ketika dihubungi awak media.

Melansir dari Healthline, infeksi paru-paru dapat disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur. Salah satu jenis infeksi paru-paru yang paling umum adalah pneumonia.

Pneumonia yang memengaruhi kantung udara paru-paru kecil sering disebabkan oleh bakteri menular dan virus. Gejala infeksi paru-paru pun sangat bervariasi dari ringan hingga paling berat.

Model sekaligus Aktris Olga Lydia berpose saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (15/7). [Suara.com/Arief Hermawan P]
Model sekaligus Aktris Olga Lydia berpose saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (15/7). [Suara.com/Arief Hermawan P]

Ringan dan beratnya gejala infeksi paru-paru tergantung oleh beberapa faktor, termasuk usia, kesehatan dan penyebab infeksi. Adapun gejala infeksi paru-paru yang paling umum, antara lain:

  • Batuk yang disertai lendir kental
  • Nyeri dada
  • Demam tinggi, biasanya disertai keringat, panas dingin, nyeri otot, dehidrasi, sakit kepala atau tubuh lemas
  • Sakit badan, terutama otot dan punggung
  • Sesak napas
  • Kelelahan
  • Mengi (suara bernada tinggi saat bernapas seperti bersiul)
  • Kebiruan di kulit dan bibir
  • Suara berderak
Ilustrasi infeksi paru-paru (shutterstock)
Ilustrasi infeksi paru-paru (shutterstock)

Infeksi paru-paru biasanya juga menyebabkan gejala seperti pilek atau flu, tetapi kondisinya lebih parah dan lama. Biasanya sistem kekebalan tubuh akan membersihkan infeksi paru-paru dari waktu ke waktu.

Tetapi, Anda juga membutuhkan antibiotik untuk mengobati infeksi paru-paru. Anda juga perlu menemui dokter jika mengalami tanda-tanda, seperti kesulitan bernapas, bibir kebiruan, sakit dada serta demam tinggi.

Berita Terkait

Berita Terkini