Latihan Angkat Beban Tiap Minggu, Ini Manfaatnya Bagi Pasien Kanker Prostat

Latihan angkat beban bagi pasien kanker prostat bisa membuatnya bertahan hidup lebih lama.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Senin, 18 November 2019 | 13:00 WIB
Latihan Angkat Beban Tiap Minggu, Ini Manfaatnya Bagi Pasien Kanker Prostat

Latihan Angkat Beban Tiap Minggu, Ini Manfaatnya Bagi Pasien Kanker Prostat

himedik.com - Kanker prostat salah satu penyakit berbahaya yang menyerang pria. Tetapi, latihan angkat beban rutin membantu pasien kanker prostat bisa bertahan hidup lebih lama untuk melawan penyakitnya.

Robert Lane, seorang pensiunan usia 70 tahun mengaku selalu latihan angkat beban tiga kali seminggu. Ia juga memilih jalan kaki sejauh 40 mil untuk pergi ke tempat gym.

Karena kebiasaannya tersebut Robert merasa lebih berenergi daripada pria muda lainnya yang masih berusia 20-an tahun.

Padahal Robert sudah lanjut usia dan menderita kanker prostat stadium empat. Tetapi, kebiasaannya rutin berlari, bersepeda, mendayung dan angkat beban telah membantunya bertahan hidup lebih lama.

Sejak didiagnosis kanker prostat tahun 2016, ia juga telah menjalani radioterapi yang melelahkan, terapi hormon dan terakhir kemoterapi.

Ilustrasi masalah prostat. [Shutterstock]
Ilustrasi masalah prostat. [Shutterstock]

Awalnya pengobatan radioterapi membantu tubuhnya lebih baik. Seiring berjalannya waktu, kanker prostatnya justru semakin menyebar ke kelenjar getah bening dan mengembangkan tumor 14mm di dadanya.

Efek samping dari pengobatan yang dilakukannya semakin menambah berat badan, lesu dan tertekan. Mulai 18 bulan lalu, Robert akhirnya mengambil uji coba klinis hubungan antara olahraga intensitas tinggi dengan kanker prostat.

"Sebelumnya saya memiliki gaya hidup yang sangat aktif dengan bersepeda, berlari dan berenang. Tetapi, perawatan kanker prostat saya membuat lebih lesu dan tertekan. Saya seperti tidak punya energi untuk berolahraga," ujar Robert dikutip dari mirror.co.uk.

Sampai akhirnya, Robert mencoba kembali aktif olahraga meskipun istrinya sempat khawatir kondisinya akan menurun. Roberts rutin melakukan latihan angkat beban 3 kali seminggu di University of Surrey di Guildford.

Selain itu, Robert juga rutin bersepeda selama 60 detik yang dilakukan sebanyak 6 kali dengan istirahat 2 menit untuk mengatur napas.

Baca Juga: Autoimun Langka Akibatkan Wanita Ini Terjebak dalam Tubuh Koma

Sebuah penelitian di Inggris, AS, Kanada, Australia dan jerman lantas meneliti hubungan olahraga dengan kanker prostat. Mereka melibatkan 866 pria untuk menguji manfaat olahraga di samping perawatan kanker.

Pasien yang aktif dalam penelitian ini melakukan 3 sesi latihan intensitas tinggi seminggu selama 2 tahun. Program ini mencakup dua sesi , yakni 75 menit latihan aerobik dan 30 menit sesi aerobik murni setiap minggu.

"Setiap orang yang berpartisipasi diberikan pemeriksaan rutin. Para pria juga diminta melakukan pelatihan untuk meningkatkan kekuatan, kebugaran dan flesibilitas," ujar Robert.

Jika cara ini tidak berhasil, artinya kanker prostat yang diderita telah resisten terhadap homonm metastatik. Di Inggris, penelitian ini didukung oleh National Institute for Health Research (NIHR).

×
Zoomed
TERKINI
Ada beberapa penyebab kelumpuhan wajah yang perlu Anda ketahui dan waspadai....
pria | 08:00 WIB
Sebelum terjadi saraf kejepit, solusi terbaik melakukan pencegahan....
pria | 07:00 WIB
Ketika kandung kemih terasa penuh dan sudah muncul keinginan buang air kecil, maka sebaiknya segera ke kamar mandi...
pria | 07:00 WIB
Benarkah konsumsi telur dapat meningkatkan risiko mengembangkan bentuk kanker prostat?...
pria | 09:24 WIB
Bahkan kandungannya lebih tinggi tiga kali lipat dibanding testis hewan dan plasenta manusia....
pria | 10:55 WIB