CEO Elon Musk Ternyata Idap Sindrom Asperger, Apa Itu?

Pengidap sindrom Asperger umumnya cerdas tetapi memiliki masalah dalam keterampilan sosial.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Jum'at, 14 Mei 2021 | 09:00 WIB
CEO Elon Musk Ternyata Idap Sindrom Asperger, Apa Itu?

CEO Elon Musk Ternyata Idap Sindrom Asperger, Apa Itu?

himedik.com - Milyader Elon Musk CEO Tesla mengungkapkan bahwa dirinya menderita sindrom Asperger saat tampil dalam program televisi Amerika Serikat Saturday Night Live (SNL), Sabtu (8/5/2021) pekan lalu.

Itu adalah kali pertama Musk berbicara tentang kondisinya.

"Aku benar-benar membuat sejarah malam ini sebagai orang pertama dengan Asperger yang menjadi pembawa acara SNL," kata Musk, dilansir BBC.

Sejak 2013, sindrom Asperger telah digolongkan dalam gangguan spektrum autisme (ASD) dan sudah dimasukkan le dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5).

Berdasarkan laman Autism Speaks, pengidap sindrom Asperger umumnya cerdas tetapi memiliki masalah dalam keterampilan sosial. Pengidap juga memiliki fokus obsesif pada satu topik atau akan melakukan perilaku yang sama berulang kali.

Elon Musk dan Miley Cyrus si SNL (Twitter/Elon Musk)
Elon Musk dan Miley Cyrus si SNL (Twitter/Elon Musk)

Namun, kondisi ini justru memiliki kelebihan tersendiri, yakni fokus dan tekun, memiliki bakat dalam mengenali pola, serta memperhatikan detail.

Di sisi lain, menurut laman Autism Speaks, pengidap Asperger juga bisa memiliki berbagai tantangan, yakni:

  • Hipersensivitas (terhadap cahaya, suara, rasa, dan lainnya)
  • Kesulitan dalam percakapan memberi dan menerima
  • Kesulitan dengan keterampilan percakapan nonverbal (dalam jarak, kenyaringan, nada, dan lain sebagainya)
  • Gerakan tidak terkoordinasi, atau kecanggungan
  • Kecemasan dan depresi

Tidak hanya itu, pengidap Asperger juga mengalami kesulitan dalam mengekspresikan perasaan mereka dengan cara konvensional. Tetapi mereka bisa lebih berempati atau sadar emosional daripada orang non-autis.

Tetapi kecenderungan di atas sangat bervariasi pada setiap orang. Banyak pengidap yang belajar mengatasi tantangan di atas dengan membangun kekuatan seiring waktu.

Baca Juga: Studi: Konsumsi Yogurt Bisa Turunkan Risiko Autisme pada Bayi

×
Zoomed
TERKINI
Ada beberapa penyebab kelumpuhan wajah yang perlu Anda ketahui dan waspadai....
pria | 08:00 WIB
Sebelum terjadi saraf kejepit, solusi terbaik melakukan pencegahan....
pria | 07:00 WIB
Ketika kandung kemih terasa penuh dan sudah muncul keinginan buang air kecil, maka sebaiknya segera ke kamar mandi...
pria | 07:00 WIB
Benarkah konsumsi telur dapat meningkatkan risiko mengembangkan bentuk kanker prostat?...
pria | 09:24 WIB
Bahkan kandungannya lebih tinggi tiga kali lipat dibanding testis hewan dan plasenta manusia....
pria | 10:55 WIB