Idang Rasjidi Sempat Dipasang Kateter Jantung Sebelum Meninggal, untuk Apa?

Idang Rasjidi meninggal dunia pada Sabtu (4/12/2021) di Rumah Sakit Azra Bogor.

Rosiana Chozanah
Minggu, 05 Desember 2021 | 16:04 WIB
Idang Rasjidi Sempat Dipasang Kateter Jantung Sebelum Meninggal, untuk Apa?

Idang Rasjidi Sempat Dipasang Kateter Jantung Sebelum Meninggal, untuk Apa?

himedik.com - Musisi Jazz senior Idang Rasjidi meninggal dunia pada Sabtu (4/12/2021) di Rumah Sakit Azra Bogor.

Menurut penuturan anaknya, Shadu Rasjidi, sang musisi meninggal akibat komplikasi dari penyakit yang sudah lama dideritanya.

"Jantungnya ada sesuatu, tapi dokter waktu itu bilang napasnya bagus. Nah, bikin kita kaget ternyata selama ini dia gagal ginjal juga," jelas Shadu, di TPU Kampung Kandang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (5/12/2021).

Hingga setelah diperiksa ternyata Idang juga mengalami gagal jantung. Dokter pun sempat menyarankan untuk memasang kateter pada jantung.

"Terakhir kita mengambil keputusan berat harus masang kateter. Dokter bilang risikonya berat cuma kita kalau nggak milih gimana, harus milih kan. Kita pikiran pada saat itu, oke kita ambil yang tercepat. Kalau bokap dikasih obat, obat sakit terus lama, jadi kira-kira seperti itu didiagnosa penyakit apa," sambungnya.

Idang Rasjidi (Instagram)
Idang Rasjidi (Instagram)

Memasang kateter atau kateterisasi jantung merupakan prosedur yang tujuannya untuk mendeteksi dan mengatasi berbagai penyakit jantung dengan menggunakan kateter.

Kateter sendiri merupakan alat menyerupai selang tipis panjang yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah, yang kemudian diarahkan menuju jantung.

Berdasarkan Alodokter, kateterisasi jantung dapat digunakan untuk menentukan diagnosis dengan dilakukan:

  • Memeriksa apakah ada penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner (penyakit jantung koroner)
  • Mengambil sampel jaringan otot jantung atau biopsi, untuk melihat kemungkinan kardiomiopati (kelainan otot jantung) atau miokarditis (peradangan otot jantung)
  • Memeriksa katup jantung
  • Memeriksa penurunan kemampuan bilik jantung dalam memompa darah, pada keadaan gagal jantung
  • Memeriksa tekanan dan kadar oksigen di dalam jantung, yang seringkali bermasalah pada kondisi hipertensi pulmonal
  • Memeriksa adanya penyakit jantung bawaan pada bayi

Namun, tindakan tersebut tidak dapat menolong Idang Rasjidi. Ia mengembuskan napas sekitar pukul 23.35 WIB di usia 63 tahun.

Baca Juga: Jarang Disadari, Ketahui 4 Gejala Awal Penyakit Ginjal

×
Zoomed
TERKINI
Ada beberapa penyebab kelumpuhan wajah yang perlu Anda ketahui dan waspadai....
pria | 08:00 WIB
Sebelum terjadi saraf kejepit, solusi terbaik melakukan pencegahan....
pria | 07:00 WIB
Ketika kandung kemih terasa penuh dan sudah muncul keinginan buang air kecil, maka sebaiknya segera ke kamar mandi...
pria | 07:00 WIB
Benarkah konsumsi telur dapat meningkatkan risiko mengembangkan bentuk kanker prostat?...
pria | 09:24 WIB
Bahkan kandungannya lebih tinggi tiga kali lipat dibanding testis hewan dan plasenta manusia....
pria | 10:55 WIB