cancel
Senin, 30 Januari 2023

Fakta Seputar Tawas, Pengganti Deodoran untuk Ketiak Hitam

Ketiak hitam erat kaitannya dengan bau badan.

Rauhanda Riyantama
share on facebook share on twitter share on line share on telegram share on whatsapp copy to clipboard
Ilustrasi ketiak. (pexels)
Ilustrasi ketiak. (pexels)

Himedik.com - Bagi kaum hawa, ketiak hitam bisa menjadi masalah yang cukup pelik. Selain alasan kesehatan, ketiak hitam juga dapat merusak penampilan. 

Untuk mengatasinya terdapat berbagai cara, salah satunya menggunakan deodoran. Namun, dewasa ini para wanita banyak beralih menggunakan metode lawas, yakni menggunakan tawas

Melihat fenomena tersebut, sebenarnya tawas aman atau tidak untuk pulihkan ketiak hitam? Berikut penjelasannya.

Ilustrasi tawas. (Pinterest)
Ilustrasi tawas. (Pinterest)

Bau badan dan ketiak hitam

Ketiak hitam erat kaitannya dengan bau badan. Banyak yang merasa risih dengan bau badan, sehingga menggunakan deodoran. Padahal, penggunaan deodoran inilah yang menyumbang alasan paling banyak tentang penyebab ketiak yang menghitam.

Jika berpikir bau badan berasal dari keringat, maka anggapan itu salah. Aroma keringat yang keluar dari tubuh ditentukan oleh banyak hal, termasuk kandungan lemak dalam tubuh. Semakin berlemak tubuh, maka aroma yang dikeluarkan akan semakin menyengat.

Nah, salah satu bagian tubuh berlemak yang memproduksi banyak keringat adalah ketiak. Itulah sebabnya kenapa aroma keringat yang keluar dari ketiak lebih tajam dari pada bagian tubuh lainnya.  Hal ini jadi semakin parah ketika kuman sudah campur tangan, karena keringat yang sudah bersentuhan dengan kuman akan berubah menjadi bau badan.

Menggunakan deodoran sering menjadi pilihan untuk mengatasi bau badan, padahal pemakaian jangka panjang bisa memberikan efek samping yang tidak kalah dilematis, yaitu ketiak hitam.

Alternatif deodoran

Ilustrasi ketiak. (unsplash)
Ilustrasi ketiak. (unsplash)

Buat yang mulai risih dengan ketiak hitam, tapi tidak mau bau badan, pasti sering mendengar saran untuk menggunakan air tawas. Bahan yang sekilas terlihat seperti gula batu ini memiliki sifat antibakteri yang bisa diandalkan sebagai pengganti deodoran.

Berhubung tawas lekat dengan senyawa kimia, pasti banyak yang berpikir aman tidak sih? Jawabannya tawas sangat aman digunakan sebagai pengganti deodoran. Selain antibakteri, tawas juga cukup ramah pada permukaan kulit, sehingga tidak menyebabkan ketiak hitam.

Seperti ketika bekerja sebagai penjernih air, tawas juga aktif mengumpulkan berbagai kotoran di permukaan ketiak sehingga terhindar dari bau badan. Meski begitu, jika digunakan secara berlebihan tawas bisa menimbulkan efek samping seperti iritasi kulit dan mukosa, keracunan logam berat, kerusakan hati dan kerusakan ginjal.

Kondisi lain juga bisa terjadi pada kulit sensitif. Jika saat menggunakan tawas merasakan iritasi seperti rasa panas yang menyengat, sebaiknya hentikan penggunaan tawas. Oleskan krim anti iritasi, jika masih berlanjut segera periksa ke dokter kulit agar mendapat penanganan yang tepat.

Artikel terkait dimuat Dewiku.com dengan judul: Putihkan Ketiak dengan Tawas, Mitos atau Fakta?

Terkait

Terkini