Wanita

Jangan Abaikan, 6 Gejala PMS Ini Bisa Jadi Tanda Kamu Alami Penyakit Serius

Tahu sejak awal itu penting.

Vika Widiastuti | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

ilustrasi PMS - (Pixabay/silviarita)
ilustrasi PMS - (Pixabay/silviarita)

Himedik.com - Selama bertahun-tahun beberapa wanita meremehkan gejala-gejala PMS (premenstrual syndrome, sindrom pra-menstruasi). Sebagian dari mereka pun tak menyadari telah menderita endometriosis, sindrom ovarium polikistik, premenstrual dysphoric disorder (PMDD), atau masalah kesehatan utama lainnya.

Untuk itu, jika kamu merasakan gejala-gejala yang mengganggu menjelang menstruasi, jangan biarkan begitu saja. Berikut 6 di antaranya, dihimpun dari Glamour:

1. Bercak tepat sebelum haid

Dokter spesialis obgyn Shahin Ghadir mengungkapkan, bercak sebelum menstruasi bisa jadi menandakan endometriosis. Kondisi ini menyebabkan jaringan yang biasanya melapisi rahim tumbuh di luarnya dan memicu perkembangan kista yang menyakitkan serta jaringan parut.

Kondisi ini juga dapat menyebabkan kram pra-menstruasi yang parah dan mual yang sering dikira PMS. Tanda-tanda endometriosis lainnya termasuk darah menstruasi yang banyak dan rasa sakit saat berhubungan seks.

2. Jerawat atau pertumbuhan rambut yang tak normal

Ketidakseimbangan hormon yang berhubungan dengan PCOS (sindrom ovarium polikistik) dapat menyebabkan perubahan suasana hati dan gejala PMS lainnya sebelum menstruasi. Namun, tidak seperti PMS sewajarnya, ketidakseimbangan ini juga dapat menyebabkan pertumbuhan rambut di wajah atau tubuh, rambut kepala rontok, dan jerawat.

3. Siklus menstruasi yang makin singkat

Siklus menstruasi yang makin pendek bisa menandakan perimenopause atau transisi menuju menopause. Pada wanita di bawah usia 40 tahun, gejala-gejala ini bisa menjadi tanda disfungsi ovarium dini, yang menyebabkan menopause sebelum waktunya.

ilustrasi kram perut saat haid - (Unsplash/rawpixel)
ilustrasi kram perut saat haid - (Unsplash/rawpixel)

4. Masalah emosional yang mengganggu hidup

Jika perubahan suasana hatimu mengganggu pekerjaan atau hubunganmu dengan pacar, bisa jadi kamu mengalami PMDD, termasuk masalah kesehatan mental yang berkaitan dengan PMS, hanya saja lebih parah, menurut dokter spesialis obgyn Sherry Ross.

Perubahan suasana hati yang melelahkan juga bisa menjadi tanda gangguan kecemasan atau depresi. Orang-orang dengan kondisi ini mungkin akan mengalaminya selama menstruasi, tetapi kondisi ini sering muncul tepat sebelum haid. Jika PMS Anda menyebabkan masalah emosional yang sangat parah sehingga kamu sulit tidur, bangun tidur, makan, atau menyelesaikan pekerjaan, sebenarnya bisa jadi itu pertanda depresi.

5. Kram perut yang sangat menyakitkan

Ross mengatakan, kram sebelum atau selama haid itu normal, tetapi jika berjalan saja kamu kesakitan atau sampai kamu mual, muntah, atau mati rasa di kaki, itu bisa jadi gejala endometriosis.

Kamu mungkin akan menyepelekan kondisi ini karena menurutmu wajar jika haid itu menimbulkan rasa sakit, tetapi mengetahui gejala penyakit sejak awal itu penting karena kalau tidak, bisa menyebabkan kemandulan, kista ovarium, dan nyeri kronis.

6. Gejala-gejala di luar fase pra-menstruasi

Jika salah satu gejala PMS-mu tidak hilang meskipun sudah mulai menstruasi atau sudah muncul dua minggu sebelum menstruasi atau lebih, mungkin itu bukan karena kamu akan haid.

Misalnya, jika kamu terus-terusan kembung, bisa jadi itu gejala intoleransi laktosa, sindrom iritasi usus, refluks asam, atau diet yang tidak seimbang.

Berita Terkait

Berita Terkini

wanita

Vagina Terasa Kendur? Ini Penyebabnya

Umumnya, kulit akan kehilangan kelembapan dan elastisitas seiring bertambahnya usia. Hal yang sama juga dapat terjadi pada vulva dan dinding vagina.