Ketergantungan dan Hentikan Pemakaian Krim Steroid, Kulit Wanita Ini Rusak

Kulitnya menjadi sensitif dan timbul nanah.

Vika Widiastuti
Sabtu, 02 Maret 2019 | 09:00 WIB
Ilustrasi menggunakan krim. (Shutterstock)

Ilustrasi menggunakan krim. (Shutterstock)

Himedik.com - Wanita bernama Louise King memutusan untuk menggunakan krim steroid untuk mencegah eksim sejak ia berusia 5 tahun. 

Saat ini, King berusia 28 tahun dan telah bergantung pada krim steroid selama 23 tahun terakhir. Setelah mengetahui bahwa krim tersebut bisa membuat ketergantungan, dia memutuskan untuk berhenti menggunakannya.

Tapi sayangnya, eksim mulai memburuk dan menyebar ke daerah yang sebelumnya tidak pernah terkena, yang disebut sebagai Topical Steroid Withdrawal Syndrome. Kini, ia tengah berjuang dengan kondisi kulitnya yang lebih mirip seperti kulit kadal.

Kulitnya juga menjadi sensitif dan timbul nanah, bengkak, pecah-pecah, serta ruam. Dia bahkan tidak dapat menutup matanya. Kondisi itu memengaruhi hubungannya dengan pacarnya dan dia harus pindah kembali ke rumah orang tuanya untuk mengobati penyakitnya.

King juga merasakan kelelahan, penurunan berat badan mendadak, depresi, pelupa, dan kebingungan, yang dia kaitkan dengan Topical Steroid Withdrawal Syndrome, akibat berhenti menggunakan krim steroid. Terlepas dari hal ini, King berjanji untuk menjauhi krim hidrokortisonnya.

"Di sekolah, saya akan mencoba dan menyembunyikan kulit saya di bawah makeup tebal dan selalu berusaha menemukan cara lain untuk meringankan gejala saya. Tapi tidak ada yang berhasil seperti krim steroid," ungkap dia.

"Saya sampai di rumah dan menutupi diri saya dengan krim, tetapi beberapa saat kemudian saya ingat semua yang saya pelajari secara online tentang betapa adiktifnya krim ini dan bergegas untuk segera menghabisinya," kata dia lagi.

Menurut King, ini sangat gila, perilakunya seperti seorang pecandu. Dia pun memutuskan tidak akan pernah menggunakan krim steroid lagi.

"Saya memohon pada dokter untuk merawatku dengan sesuatu yang lebih alami," tambah Louise. "Dia akhirnya setuju bahwa saya bisa mencoba terapi cahaya," ungkapnya.

"Saya telah diberitahu bahwa pemulihan penuh dari efek krim steroid dapat memakan waktu hingga lima tahun, dan ini sangat bervariasi untuk setiap orang," ungkapnya seperti dilansir Suara.com dari Metro.

Baca Juga: Suka Gigit Es Batu? Awas Bisa Picu Gigi Sensitif

Tapi, apakah krim steroid benar dapat membuat ketergantungan? Steroid topikal dapat diresepkan untuk mereka yang menderita eksim atau psoriasis dan biasanya diinstruksikan untuk digunakan selama satu atau dua minggu untuk mengobati kondisi tersebut.

Tetapi jika krim steroid yang lebih kuat digunakan lebih lama tanpa pengawasan medis, seseorang mungkin akan menjadi ketergantungan sehingga menempatkan mereka pada risiko berbahaya, terutama saat di mana krim steroid diserap ke dalam aliran darah.

Mereka yang menggunakan krim ini mungkin akan melihat efek samping yang disebut Topical Steroid Withdrawal Syndrome ketika secara tiba-tiba menghentikan penggunaannya.

Ketika tubuh menjadi terbiasa dengan steroid, ia mungkin menjadi resisten terhadap steroid sehingga saat penggunaan dihentikan, dapat menyebabkan kondisi yang menyerupai penularan eksim, termasuk penipisan kulit, kulit pecah-pecah, pigmentasi, stretch mark, dan kulit terbakar. (Suara.com/Dinda Rachmawati)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Hipertensi kehamilan sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal....
wanita | 08:00 WIB
Mulas saat hamil adalah keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil....
wanita | 08:00 WIB
Selain untuk mengatasi nyeri haid, banyak dari obat herbal ini juga memberikan manfaat tambahan....
wanita | 08:00 WIB
Bukan hanya bermanfaat bagi ibu hamil, pemberian vaksinasi influenza juga akan berpengaruh pada bayi....
wanita | 10:00 WIB
Diabetes gestasional biasanya terjadi selama masa kehamilan hingga proses persalinan, meskipun perempuan tersebut sebelu...
wanita | 08:00 WIB