Wanita

Alasan Ibu Hamil di China Tak Ingin Operasi Caesar

Angka operasi caesar di China telah menurun.

Agung Pratnyawan | Yuliana Sere

Ilustrasi operasi - (Pixabay/sasint)
Ilustrasi operasi - (Pixabay/sasint)

Himedik.com - Kurang dari satu dekade lalu, China dikritik oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai salah satu negara dengan tingkat operasi caesar tertinggi di dunia.

Menurut data, angka operasi caesar di negeri tirai bambu ini masih dua kali lipat dari negara-negara Skandinavia.

Namun, melansir dari bbc, angka tersebut telah berubah dengan sangat cepat. Tingkat operasi caesar di China sudah menurun.

"China telah berhasil mengurangi tingkat pertumbuhan caesar ketika negara-negara lain seperti Brazil belum berhasil memecahkannya," kata Dr Susan Hellerstein, seorang profesor Universitas Harvard.

Hellerstein bersama para peneliti Universitas Peking menganalisis lebih dari 100 juta kelahiran di China.

Dalam banyak situasi, operasi caesar adalah prosedur yang menyelamatkan jiwa tetapi juga berisiko seperti operasi lainnya karena ini membutuhkan waktu.

Ilustrasi hamil (Unplash/freestocks.org)
Ibu hamil (Unplash/freestocks.org)

 

WHO memperingatkan bahwa operasi caesar tidak akan dilakukan jika tidak diperlukan secara medis.

Sementara itu, menurut Dr Carine Ronsmans, salah satu rekan penulis studi mengatakan, "Perubahan dalam pedoman China telah menentukan pilihan dalam proses persalinan ibu-ibu di China."

"Bagian dari kebijakan ini adalah dokter diizinkan untuk melawan kehendak wanita. Dokter bisa menentang keinginan wanita itu," tambahnya.

Dalam satu kasus, seorang ibu pernah melompat keluar dari jendela rumah sakit karena ia ditolak untuk mendapatkan operasi caesar. Selain itu, baru-baru ini seorang pria ditahan karena menyerang salah satu tim medis setelah istrinya ditolak operasi caesar.

Pemerintah China sendiri telah mendorong para wanita dari kelas menengah untuk melihat perubahan ini dan membuat sebuah pilihan positif.

"Beberapa takut akan persalinan sehingga mereka memilih operasi caesar. Tapi sekarang semuanya berubah," tutur Lan, salah seorang ibu yang menentang kenaikan angka operasi caesar.

"Para ibu di China menginginkan kualitas hidup yang lebih baik dan ini berarti kehidupan yang lebih sehat dan kesadaran yang lebih besar tentang apa yang baik bagi mereka," kata Dr Liangkun Ma, dokter kandungan senior di Rumah Sakit Perguruan Tinggi Kedokteran Peking Union Medical College.

"Ini bisa mendorong pasien untuk secara aktif mencari informasi tentang persalinan melalui aplikasi atau grup chatting untuk meningkatkan kesadaran akan risiko terhadap bedah caesar," tambahnya.

Saat ini juga sudah ada sejumlah rumah sakit yang menyediakan lebih banyak terapi alternatif untuk menghilangkan rasa sakit, seperti yoga, musik.

Studi tahun 2017 tentang 100 juta kelahiran di Cina ini telah diterbitkan dalam Journal of American Medical Association.

Berita Terkait

Berita Terkini