Orang yang Suka Berolahraga dan Perokok Cenderung Punya Banyak Pasangan

Kenapa ya orang yang suka olahraga dan perokok cenderung punya banyak pasangan, simak ulasannya!

Vika Widiastuti
Senin, 11 Maret 2019 | 17:30 WIB
Orang yang Suka Berolahraga dan Perokok Cenderung Punya Banyak Pasangan

Orang yang Suka Berolahraga dan Perokok Cenderung Punya Banyak Pasangan

himedik.com - Bagi perempuan, rutin berolahraga ternyata tak hanya berpengaruh positif pada kesehatan, tetapi juga berdampak pada urusan ranjang

Percaya atau tidak, menurut BMJ Sexual & Reproductive Health, perempuan yang berolah raga lebih mudah terangsang dari pada perempuan yang tidak berolah raga.  Hal ini, kata peneliti bisa dilihat dari jumlah laki-laki yang berada di sekitarnya.

Menurut tim peneliti, perempuan yang rajin olah raga, 73 persen lebih mungkin tidur dengan setidaknya 10 laki-laki berbeda dari pada mereka yang tidak berolah raga.

Perempuan peminum dan perokok juga dua kali lebih mungkin untuk memiliki 10 lebih kekasih dibandingkan dengan yang tidak melakukan gaya hidup tadi. Ini dikarenakan kecenderungan mereka yang berani mengambil risiko.

Push-up, salah satu gerakan yoga yang dapat mengencangkan payudara. (Shutterstock)
Push-up, salah satu gerakan yoga yang dapat mengencangkan payudara. (Shutterstock)

 

Di sisi lain, peneliti menemukan data bahwa laki-laki berpenghasilan di atas rata-rata cenderung memiliki pasangan lebih dari satu.

Pun dengan perempuan biseksual dan laki-laki homoseksual yang dipercaya memiliki pasangan lebih banyak dari pada rata-rata orang.

Data ini didapat setelah peneliti dari Universitas Anglia Ruskin mempelajari data relationship pada sekitar 7 ribu pasangan di atas usia 50-an.

Ilustrasi pasangan tertawa - (Pixabay/Pexels)
Ilustrasi pasangan tertawa - (Pixabay/Pexels)

 

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang terkait dengan jumlah pasangan seksual seumur hidup yang mereka miliki.

Baca Juga: Manfaat Daging Kepiting untuk Kesehatan yang Mungkin Belum Kamu Tahu

Peneliti berharap temuan ini mampu membantu dokter mengidentifikasi individu yang berisiko paling tinggi terhadap IMS dan komplikasi kesehatan terkait kehidupan mereka. (Suara.com/Risna Halidi)

×
Zoomed
TERKINI
Hipertensi kehamilan sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal....
wanita | 08:00 WIB
Mulas saat hamil adalah keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil....
wanita | 08:00 WIB
Selain untuk mengatasi nyeri haid, banyak dari obat herbal ini juga memberikan manfaat tambahan....
wanita | 08:00 WIB
Bukan hanya bermanfaat bagi ibu hamil, pemberian vaksinasi influenza juga akan berpengaruh pada bayi....
wanita | 10:00 WIB
Diabetes gestasional biasanya terjadi selama masa kehamilan hingga proses persalinan, meskipun perempuan tersebut sebelu...
wanita | 08:00 WIB