Wanita

Viral Pembuluh Darah Mata Anak Pecah Akibat Main Gadget, Ini Faktanya!

Dalam video tersebut, sang ibu yang tidak menyebutkan namanya itu mengaku telah berkonsultasi ke dokter mata.

Vika Widiastuti

Penyakit mata merah. (shutterstock)
Penyakit mata merah. (shutterstock)

Himedik.com -  Sebuah video yang tersebar melalui aplikasi WhatsApp menunjukkan, seorang ibu mengklaim bahwa anaknya mengalami pembuluh darah mata pecah akibat penggunaan gawai yang berlebihan. 

"Anak saya mata pembuluh darah pecah. Bangun tidur langsung merah matanya. Saya merasa dia tidak terbentur benda tajam. Lalu saya bawa ke RS di Semarang. Ternyata kata dokter matanya lelah sehingga pembuluh darahnya pecah, ini sudah hari ketiga jadi sudah tidak terlalu parah," ujar ibu tersebut.

Dalam video tersebut, sang ibu yang tidak menyebutkan namanya itu mengaku telah berkonsultasi ke dokter mata di sebuah rumah sakit di Semarang.

"Sudah dites semua, kata dokter pembuluh darah mata pecah karena mata lelah. Kebetulan anak saya sering menonton hp berjam-jam. Saya sudah tegur dan larang. Tapi namanya anak-anak susah sekali melarang anak main hp," lanjut ibu itu.

Sang anak pun mengaku kapok terlalu sering menonton tayangan di YouTube karena membuat matanya menjadi kemerahan. Ia juga berjanji tak akan menggunakan hp berlebihan karena tak mau matanya kembali 'berdarah'.

"Teman-teman aku janji sama mamiku karena mataku sudah merah. Aku nggak mau nonton hp setiap hari. Kalau mamaku bilang stop hp, aku mau nurut sama mamiku. Temen-temen jangan suka nonton hp berlebihan ya," ucap seorang anak dalam tayangan video tersebut.

Ilustrasi anak bermain gadget - (Pixabay/StockSnap)
Ilustrasi anak bermain gadget - (Pixabay/StockSnap)

 

Menanggapi video viral ini, dr. Ferdiriva Hamzah Sp.M dari Jakarta Eye Center dalam Channel YouTubenya berjudul FerdirivaHamzah, menjelaskan bahwa informasi yang kadung viral ini adalah hoaks. Menurutnya, bukan kali ini saja ada informasi yang menyebutkan bahwa menggunakan ponsel dapat membuat mata berdarah, timbul tumor atau juling ke dalam.

"Saya juga nggak pernah baca berlama-lama di depan gadget mata bisa timbul tumor atau berdarah. Enggak ya. Ini semua hoaks. Jangan langsung percaya dengan hoaks ini," ujar dr. Riva.

Dalam channel YouTubenya ini, dr. Riva juga menggandeng dr. Florence Manurung, Sp.M (K) selaku dokter spesialis mata anak di JEC Menteng. Dr. Florence +mengatakan bahwa penggunaan gawai memang dibatasi, namun menurutnya kebiasaan itu tidak akan membuat mata berdarah.

"Seorang anak main gawai menyebabkan bola mata berubah. Sehingga jangan kaget banyak anak sekarang yang pakai kacamata karena jarang aktivitas di luar. Jadi mata minus bertambah. Tapi bukan mata berdarah," ujar dr. Florence.

Kondisi mata berdarah sendiri, kata dr. Florence, bukan diakibatkan oleh penggunaan gawai, melainkan kondisi haemoclaria. Umumnya kasus ini sangat jarang. Selain itu penyebab dari kondisi mata merah lainnya adalah radang selaput mata atau trauma karena benda tajam.

"Jadi bukan karena gawai terus bisa berdarah," imbuh dr. Florence.

Lewat vlognya ini, dr. Riva ingin mengedukasi masyarakat agar tidak mudah percaya hoaks. Ia tidak mau informasi hoaks ini dijadikan alasan untuk membatasi anak menggunakan gawai.

"Saya nggak setuju itu dibiarin saja dibohongjn biar anak anak nggak mau gadget. Sains nggak bisa dipakai untuk bohong-bohong. Lebih baik bilangin ke anak jangan main gadget nanti minus makin nambah. Bahaya dalam arti bengkak, yang ditawarkan di hoaks itu tidak benar atau salah. Jadi kalau menrmukan hoax yang tadi coba cari tahu jangan langsung main share," tandasnya. (Suara.com/Firsta Nodia)

Berita Terkait

Berita Terkini