Wanita

Studi Ungkap Pasien Kanker Lambung Perempuan Hidup lebih Lama daripada Pria

Para peneliti menemukan pasien perempuan secara signifikan lebih mungkin mengalami mual, muntah, dan diare.

Vika Widiastuti

Ilustrasi sakit perut (pixabay)
Ilustrasi sakit perut (pixabay)

Himedik.com - Meski mengalami lebih banyak mual, muntah, dan diare selama terapi, pasien kanker lambung dan kerongkongan perempuan cenderung bertahan lebih lama. 

Temuan penelitian terbaru di Inggris ini berpotensi membantu dalam mengelola pasien dan juga menyoroti siapa yang lebih berisiko terhadap efek samping tertentu.

"Kami cenderung menggunakan pendekatan pengobatan standar untuk mengelola kanker esofagus dan lambung. Apa yang disarankan penelitian ini adalah bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pasien lelaki dan perempuan, tidak hanya dalam bagaimana mereka bereaksi terhadap kemoterapi, tetapi juga berapa lama mereka bertahan hidup setelah perawatan untuk kanker mereka," kata pemimpin penelitian Avani Athauda dari Royal Marsden Hospital di Inggris.

"Untuk pasien perempuan, mungkin ada baiknya memberikan kesadaran dan konseling tambahan untuk efek samping gastrointestinal ketika meresepkan kemoterapi," kata Athauda.

Untuk penelitian ini, para peneliti melakukan analisis pada data yang diambil dari empat percobaan acak besar yang sebelumnya diterbitkan yang dilakukan terutama di Inggris.

Pasien dalam uji coba telah dialokasikan untuk menerima kemoterapi sebelum menjalani operasi untuk pengangkatan sel kanker.

Ilustrasi dirawat di rumah sakit (Unplash/rawpixel)
Ilustrasi dirawat di rumah sakit (Unplash/rawpixel)

 

Dalam analisis lebih dari 3.000 pasien (2.668 pasien lelaki dan 597 perempuam), para peneliti menemukan pasien perempuan secara signifikan lebih mungkin mengalami mual (10 persen banding 5 persen), muntah (10 persen banding 4 persen) dan diare (9 persen banding 4 persen).

Pasien perempuan juga secara signifikan lebih mungkin hidup lebih lama daripada pasien lelaki setelah perawatan untuk kanker mereka, kata studi tersebut seperti dilansir dari The Healthsite.

"Ini adalah temuan signifikan berdasarkan kumpulan data skala besar, dan lebih jauh mengenai pemahaman tentang dua jenis kanker yang memengaruhi hampir 16.000 orang setiap tahun di Inggris saja," kata David Cunningham, Profesor di University of London.

Studi ini dijadwalkan akan dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Society of Clinical Oncology (ASCO) di Chicago. (Suara.com/Dinda Rachmawati)

Berita Terkait

Berita Terkini