Wanita

Nabila Syakieb Tetap Berkuda di Kehamilan 4 Bulan, Bolehkah?

Nabila Syakieb mengaku masih melakukan aktivitas olahraganya seperti pilates dan berkuda hingga usia kehamilan 4 bulan.

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni

Nabila Syakieb. (Instagram/@nsyakieb85)
Nabila Syakieb. (Instagram/@nsyakieb85)

Himedik.com - Kehamilan kedua Nabila Syakieb sudah memasuki usia 28 minggu. Artis cantik istri Reshwara Argya Ardinal ini pun masih aktif olahraga dan berkuda hingga kehamilan trimester kedua.

Sebelumnya, Nabila Syakieb mengaku lebih santai menjalani kehamilan anak keduanya dengan Reshwara. Hal itu terbukti dari aktivitasnya selama awal kehamilan.

"Olahraga masih pilates dan naik kuda juga masih sampai usia 4 bulan," katanya dikutip dari matamata.com (18/07).

Meski begitu Nabila Syakieb tak sembarangan berolahraga dan berkuda di kehamilan keduanya ini. Ia tetap melakukannya sesuai anjuran dokter kandungannya.

"Dokter memberikan izin (tapi) jangan berlebihan. Intinya dengerin badan sendiri, kalau habis olahraga merasa gak enak badan, harus disetop. Kalau merasa nyaman, masih cuek," katanya.

Anda khususnya wanita mungkin terheran ketika mengetahui Nabila Syakieb masih aktif berkuda sampai usia kehamilannya 4 bulan. Ada pula yang mungkin penasaran olahraga ini cukup berbahaya untuk ibu hamil atau tidak.

Ilustrasi ibu hamil muda. (Shutterstock)
Ilustrasi ibu hamil. (Shutterstock)

 

Sebenarnya kondisi setiap ibu hamil berbeda-beda. Tetapi, menurut American College of Obstetricians dan Gynecologists dilansir dari Baby Center, menyarankan ibu hamil menghindari kegiatan yang berisiko tinggi jatuh dan trauma perut.

Terutama ketika kehamilan masih dalam trimester pertama, artinya letak bayi masih berada di panggul yang mana tulang di sekitarnya menjadi perlindungan ketika Anda terjatuh.

Sehingga berkuda di awal kehamilan cukup berisiko tinggi meskipun Anda hanya duduk di punggungnya. Karena, bahaya ini terjadi jika Anda terjatuh dan letak bayi masih terlalu rendah.

Ketika Anda terlempar atau tertenda kuda, risiko pada bayi dalam kandungan Anda pun semakin meningkat.

Bahkan gerakan ketika berkuda pun bisa meningkatkan risiko solusi plasenta dan komplikasi kehamilan yang menyebabkan plasenta terpisah dari rahim.

Karena itu, banyak ahli mungkin lebih menyarankan agar ibu hamil menghindari olahraga dan kegiatan ekstrem yang berisiko membahaya kehamilan.

Namun, hal ini kembali lagi pada kondisi masing-masing ibu hamil. Sehingga Anda perlu berkonsultasi kepada dokter kandungan guna mengetahui jenis olahraga yang dibutuhkan dan terbaik.

Berita Terkait

Berita Terkini