Wanita

Moms Harus Tahu! Menyusui Sambil Berbaring Ternyata Ada Risikonya

Posisi yang mudah dan membantu para ibu ini ternyata menyimpan risiko.

Vika Widiastuti

Ilsutrasi menyusui bayi - (Shutterstock)
Ilsutrasi menyusui bayi - (Shutterstock)

Himedik.com - Menyusui sambil duduk berjam-jam atau menggendong bayi bisa saja melelahkan, apalagi bagi ibu baru. Jadi, banyak dari mereka yang pilih menyusui anak sambil berbaring.

Posisi tersebut dianggap paling mudah sekaligus membantu para ibu yang kurang tidur untuk berbaring dan lebih relaks.

Saat Anda memilih posisi menyusui sambil berbaring, Anda biasanya berbaring miring dan bayi menghadap Anda, berbaring miring juga. Letakkan kepala si kecil di dekat payudara agar ia bisa menyusu dengan lebih baik.

Dilansir dari timesofindia, banyak ibu menganggap posisi ini bermanfaat, terutama soal aliran ASI. Menurut mereka, posisi ini nyaman dan mengurangi ketegangan leher, punggung, serta lengan. Selain itu, bagi ibu yang baru saja melakukan operasi caesar dan tidak bisa duduk tegak, posisi ini dianggap ideal untuk bayi.

Namun di sisi lain, para ahli laktasi menyarankan pendapat yang berbeda. Posisi ini mungkin bisa berakibat fatal bagi bayi. Hal tersebut karena kemungkinan susu dapat terserap ke dalam paru-paru. Kedua, ada kemungkinan meningkatkan risiko infeksi telinga pada bayi jika ASI tumpah dari mulut dan mencapai telinga.

Ilustrasi ibu menyusui ASI. (Shutterstock)
Ilustrasi ibu menyusui ASI. (Shutterstock)

 

Lalu bagaimana solusinya?

Cara terbaik yang bisa dilakukan adalah berbicara dengan ahli laktasi untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut tentang posisi menyusu yang tepat. Penting untuk mengetahui posisi yang nyaman dan aman untuk Anda dan si kecil.

Posisi berbaring dapat dihindari, terutama selama beberapa bulan pertama dan dapat dicoba ketika bayi belajar mengangkat kepala mereka. Ibu juga bisa mencoba berbagai posisi dan terus berganti posisi lain.

Berita Terkait

Berita Terkini