Pakai Krim Anti-Penuaan, Wanita Ini Koma Akibat Keracunan Merkuri

Keracunan merkuri dapat menunjukkan gejala seperti sakit kepala, kulit mengelupas hingga tekanan darah tinggi.

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Jum'at, 13 September 2019 | 15:00 WIB
Pakai Krim Anti-Penuaan, Wanita Ini Koma Akibat Keracunan Merkuri

Pakai Krim Anti-Penuaan, Wanita Ini Koma Akibat Keracunan Merkuri

himedik.com - Seorang wanita asal California langsung dilarikan ke rumah sakit setelah menunjukkan gejala keracunan. Setelah diperiksa ternyata ia mengalami keracunan merkuri.

Petugas medis di Sacramento County, California, mengatakan wanita yang tidak disebutkan identitasnya itu membeli krim yang dengan merek Pond's melalui jaringan yang mengimpor barang dari Meksiko.

Mereka mengungkapkan, produk anti-penuaan tersebut ternyata sudah diberi tambahan merkuri oleh pihak ketiga setelah dibeli, bukan oleh Pond's sendiri.

Merkuri memang dapat mengurangi hal-hal seperti bintik-bintik penuaan, tetapi memiliki risiko kesehatan.

Putranya mengatakan, dokter telah menemukan kadar merkuri yang sangat tinggi dalam krim ketika mereka menguji kosmetiknya untuk mencoba dan menentukan penyebab keracunan.

Menurut media KCRA, darahnya memiliki 2.630 mikrogram merkuri per liter, yang mana 526 kali di atas batas aman lima mikrogram per liter.

Tanda-tanda keracunan jenis ini termasuk kehilangan ingatan, depresi, sakit kepala, tremor, dan penurunan berat badan, kata pihak medis.

Ilustrasi koma (Pixabay/Parentingupstream)
Ilustrasi koma (Pixabay/Parentingupstream)

Ini juga dapat menyebabkan kulit mengelupas, penyakit gusi, dan tekanan darah tinggi pada anak-anak.

Dokter yang menanganinya pun mengklaim kasus ini sebagai kasus keracunan merkuri pertama di Amerika Serikat akibat pemakaian krim kulit.

KCRA juga melaporkan wanita tersebut sudah tidak sadarkan diri selama berminggu-minggu. Sedangkan dirinya pertama kali masuk ke rumah sakit pada Juli lalu.

Baca Juga: Benarkah Krim Perawatan dari Dokter Bikin Ketergantungan? Ini Kata Dokter

Saat pertama kali tiba di rumah sakit wanita tersebut berbicara cadel dan mengalami kesulitan berjalan.

Sayangnya, semakin ke sini kesehatannya justru makin memburuk.

Berkaca dari kasus ini, Olivia Kasirye, Petugas Kesehatan Masyarakat Kota Sacramento, mendesak masyarakat untuk tidak menggunakan krim kulit serupa yang diimpor dari Meksiko atas risiko kontaminasi, dan mengungkapkan bahwa methylmercury sangat berbahaya bagi orang dewasa dan anak-anak.

×
Zoomed
TERKINI
Hipertensi kehamilan sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal....
wanita | 08:00 WIB
Mulas saat hamil adalah keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil....
wanita | 08:00 WIB
Selain untuk mengatasi nyeri haid, banyak dari obat herbal ini juga memberikan manfaat tambahan....
wanita | 08:00 WIB
Bukan hanya bermanfaat bagi ibu hamil, pemberian vaksinasi influenza juga akan berpengaruh pada bayi....
wanita | 10:00 WIB
Diabetes gestasional biasanya terjadi selama masa kehamilan hingga proses persalinan, meskipun perempuan tersebut sebelu...
wanita | 08:00 WIB