Dari Stres hingga Berhubungan Intim, Ini 4 Mitos Penyebab Keguguran

Stres ternyata tidak menyebabkan keguguran. Ketahui 3 mitos penyebab keguguran lainnya di sini!

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Sabtu, 07 Desember 2019 | 13:00 WIB
Makanan yang harus dikonsumsi setelah keguguran (Pixabay/NicciDoula)

Makanan yang harus dikonsumsi setelah keguguran (Pixabay/NicciDoula)

Himedik.com - Kasus keguguran memengaruhi sekitar 10% hingga 20% dari semua kehamilan dan ini ternyata cukup umum, menurut Mayo Clinic.

Seperti masalah kesehatan lainnya, ada juga mitos beredar tentang penyebab keguguran. Mulai dari stres, berhubungan intim, hingga menggunakan alat kontrasepsi.

Agar tidak lagi salah paham, baca fakta penyebab keguguran berikut yang dilansir  dari Insider.

1. Stres

Menurut Alexander Chiang, MD, kepala Obstetrics and Gynaecology di UCLA Medical Center, Santa Monica, stres akut pun tidak dapat menyebabkan seorang ibu hamil keguguran.

"Stres akut, misalnya dari pekerjaan, kehilangan orang yang dicintai, atau masalah hubungan tidak mungkin menyebabkan keguguran," tutur dr. Chiang.

Ibu hamil gadget. (shutterstock)
Ibu hamil(shutterstock)

2. Berhubungan intim

Berhubungan intim saat hamil tidak menyebabkan keguguran. Justru terkadang jika plasenta berada di lokasi yang abnormal atau terlalu dekat dengan serviks, wanita mungkin diminta untuk tidak melakukan hubungan intim.

"Seks aman selama kehamilan, meskipun dapat menyebabkan bercak atau pendarahan selama 24-72 jam, yang umumnya berasal dari serviks," tambahnya.

3. Pil KB

Baca Juga: 13 Kali Keguguran, Wanita Ini Akhirnya Memiliki Anak Setelah 10 Tahun

Mengonsumsi pil KB saat hamil tidak menyebabkan keguguran.

"Jika (pil) gagal dan kehamilan sudah kuat, pil KB tidak mengganggu kehamilan yang sedang berlangsung. Beberapa wanita sebenarnya diberikan progesteron dalam 10 minggu pertama untuk mendukung kehamilan," kata Chiang.

Namun jika seseorang hamil meski sudah menggunakan IUD atau spiral, dokter akan menyarakankan pelepasan alat kontrasepsi tersebut untuk mengurangi risiko keguguran.

ilustrasi vagina nyeri
ilustrasi ISK (Shutterstock)

4. Infeksi Saluran Kemih

Infeksi Saluran Kemih saja tidak menyebabkan keguguran, tetapi komplikasi mungkin.

"Jika ISK tidak diobati dan infeksi naik ke ginjal, itu dapat menyebabkan infeksi sangat serius ke seluruh tubuh yang disebut sepsis. Ini dapat menyebabkan keguguran," tandasnya.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Hipertensi kehamilan sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal....
wanita | 08:00 WIB
Mulas saat hamil adalah keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil....
wanita | 08:00 WIB
Selain untuk mengatasi nyeri haid, banyak dari obat herbal ini juga memberikan manfaat tambahan....
wanita | 08:00 WIB
Bukan hanya bermanfaat bagi ibu hamil, pemberian vaksinasi influenza juga akan berpengaruh pada bayi....
wanita | 10:00 WIB
Diabetes gestasional biasanya terjadi selama masa kehamilan hingga proses persalinan, meskipun perempuan tersebut sebelu...
wanita | 08:00 WIB