Sempat Terganggu, BKKBN Imbau Layanan KB Kembali Dibuka di Masa New Normal

BKKBN mengimbau bidan dan dokter untuk membuka kembali layanan KB.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Jum'at, 12 Juni 2020 | 09:00 WIB
Sempat Terganggu, BKKBN Imbau Layanan KB Kembali Dibuka di Masa New Normal

Sempat Terganggu, BKKBN Imbau Layanan KB Kembali Dibuka di Masa New Normal

himedik.com - Pandemi virus corona Covid-19 telah mengurangi akses ke layanan kesehatan reproduksi sekaligus membatasi sosialisasi dan peyuluhan mengenai program Keluarga Berencana (KB) selama periode pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Akibatnya, Indonesia diperkirakan akan mengalami lonjakan angka kelahiran pada 2021 mendatang.

Berdasarkan data BKKBN terbaru, terjadi penuruanan sebanyak 1.179.467 pelayanan KB selama Januari hingga April 2020, dibanding tahun lalu.

"KB merupakan program strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang harus kita jaga implementasinya agar berkesinambungan. Pemerintah sudah berkomitmen menggencarkan kembali. Namun, selama masa pandemi kita melihat penurunan partisipasi KB yang cukup besar," kata Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) dalam pembukaan webinar "Urgensi Pelayanan KB pada Masa New Normal", Selasa (9/6/2020).

BKKBN mencatat adanya penurunan drastis (35% hingga 47%) pada penggunaan kontrasepsi pada Maret 2020, dibandingkan bulan sebelumnya. Ini dapat berimbas pada kehamilan tidak direncanakan sebesar 15% di tahun depan.

Ilustrasi keluarga berencana. (shutterstock)
Ilustrasi keluarga berencana. (shutterstock)

"Peningkatan angka kehamilan, apalagi yang tidak direncanakan akan menimbulkan masalah bagi keluarga di tengah situasi ekonomi yang sedang lesu dan tantangan bagi pemerintah dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk," sambungnya.

Itulah sebabnya, kata Hasto, masa New Normal ini dapat dimanfaatkan, baik oleh BKKBN dan para pemangku kepentingan lainnya, untuk kembali menggencarkan pelaksanaan program KB.

"Dengan mendorong bidan dan dokter membuka kembali layanan KB serta mendorong masyarakat untuk tidak ragu mengakses layanan KB dan terus memakai alat kontrasepsi," lanjut Hasto.

Menjaga keberlangsungan program KB merupakan sebuah misi dengan pertaruhan besar, mengingat KB tidak hanya berperan sebagai pengendali pertumbuhan penduduk tetapi juga berkontribusi dalam menunjang pembangunan Indonesia.

Baca Juga: Demi Perkuat Edukasi KB ke Masyarakat, BKKBN Gandeng DKT Indonesia

×
Zoomed
TERKINI
Hipertensi kehamilan sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal....
wanita | 08:00 WIB
Mulas saat hamil adalah keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil....
wanita | 08:00 WIB
Selain untuk mengatasi nyeri haid, banyak dari obat herbal ini juga memberikan manfaat tambahan....
wanita | 08:00 WIB
Bukan hanya bermanfaat bagi ibu hamil, pemberian vaksinasi influenza juga akan berpengaruh pada bayi....
wanita | 10:00 WIB
Diabetes gestasional biasanya terjadi selama masa kehamilan hingga proses persalinan, meskipun perempuan tersebut sebelu...
wanita | 08:00 WIB