Vulvodynia, Ketika Vagina Juga Bisa Depresi

Vulvodynia merupakah salah satu masalah pada vagina dan dapat menyebabkan seorang wanita kesakitan.

Yasinta Rahmawati
Selasa, 23 Juni 2020 | 19:00 WIB
Vulvodynia, Ketika Vagina Juga Bisa Depresi

Vulvodynia, Ketika Vagina Juga Bisa Depresi

himedik.com - Layaknya manusia yang bisa mengalami depresi dan bahagia, organ intim wanita atau vagina juga bisa mengalaminya. Kondisi itu disebut dengan vulvodynia.

Dilansir dari Men's Health, vulvodynia adalah sindrom nyeri kronis pada vagina yang datang tiba-tiba dan bisa bertahan lama. Kondisi ini biasanya disertai gejala seperti rasa terbakar, menyengat, gatal, berdenyut, bengkak dan pegal menyakitkan.

Pada dasarnya, masalah pada vagina ini sangat menyakitkan dan memengaruhi sekitar 200 ribu hingga 6 juta wanita di Amerika Serikat setiap tahunnya

Sherry Ross, MD, ob-gyn, pakar kesehatan wanita di Santa Monica, California, mengatakan banyak wanita tidak menyadari dirinya mengalami vulvodynia.

Bahkan dokter terkadang sulit untuk mendiagnosis kondisi ini dan tak diketahui pula penyebab vulvodynia.

Ilustrasi vagina, organ intim (shutterstock)
Ilustrasi vagina, organ intim (shutterstock)

"Diagnosisnya bisa sangat sulit, karena vagina mungkin tampak sangat normal pada pemeriksaan. Biasanya kami melakukan tes kapas dengan memberikan tekanan di berbagai area vagina dan meminta pasien mengevaluasi tingkat keparahan rasa sakitnya pada setiap sentuhan," jelas Ross.

Meskipun belum ada obat untuk vulvodynia, tapi ada perawatan medis yang tersedia dan beberapa dokter meresepkan antidepresan dosis rendah.

Namun, dokter juga belum memahami efek dan cara kerja obat antidepresan untuk beberapa wanita dengan vulvodynia.

Ross juga mengatakan dosis antidepresan untuk mengobati vulvodynia jauh lebih rendah, daripada yang dibutuhkan oleh orang dengan gangguan depresi.

Artinya, wanita yang mengobati vulvodynia dengan obat antidepresan harus menghindari efek sampingnya, seperti penambahan berat badan dan penurunan libido.

Baca Juga: Ke Salon saat Pandemi Covid-19? Terapkan 4 Langkah Perlindungan Diri Ini

Sayangnya, membuat vagina tidak stres atau pulih dari kondisi ini membutuhkan waktu berbulan-bulan. Kecuali, Anda menekannya melalui hubungan seks.

"Seks mempromosikan sel-sel kolagen dan elastin yang sehat dan mempertahankan aliran darah ke daerah tersebut," kata Sophocles.

×
Zoomed
TERKINI
Hipertensi kehamilan sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal....
wanita | 08:00 WIB
Mulas saat hamil adalah keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil....
wanita | 08:00 WIB
Selain untuk mengatasi nyeri haid, banyak dari obat herbal ini juga memberikan manfaat tambahan....
wanita | 08:00 WIB
Bukan hanya bermanfaat bagi ibu hamil, pemberian vaksinasi influenza juga akan berpengaruh pada bayi....
wanita | 10:00 WIB
Diabetes gestasional biasanya terjadi selama masa kehamilan hingga proses persalinan, meskipun perempuan tersebut sebelu...
wanita | 08:00 WIB