Menstruasi Datang Lebih Awal, 6 Hal Berikut Bisa Jadi Penyebabnya

Beberapa kondisi kesehatan nyatanya bisa jadi penyebab tidak teraturnya menstruasi.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Jum'at, 05 Februari 2021 | 13:00 WIB
Menstruasi Datang Lebih Awal, 6 Hal Berikut Bisa Jadi Penyebabnya

Menstruasi Datang Lebih Awal, 6 Hal Berikut Bisa Jadi Penyebabnya

himedik.com - Masalah menstruasi bisa muncul dengan kedatangan menstruasi yang telat maupun lebih awal. Menstruasi yang datang lebih awal juga bisa menendakan masalah kesehatan tertentu.

Melansir dari Healthshots, jika siklus menstruasi Anda lebih pendek dari 21 hari dan Anda sering mengalami pendarahan lebih awal, maka bisa menjadi tanda masalah kesehatan. Berikut beberapa masalah yang membuat menstruasi Anda datang lebih awal, antara lain:

1. Perimenopause

Perimenopause adalah periode sebelum menopause yang umumnya dimulai pada pertengahan empat puluhan atau tahun-tahun berikutnya dan berlangsung selama empat tahun.

Selama waktu ini, kadar hormon mengalami fluktuasi drastis yang mungkin tidak menyebabkan ovulasi setiap bulan. Hal ini dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur, dan Anda mungkin sering mengalami menstruasi lebih awal.

2. Olahraga intensif

Terlalu banyak olahraga berat dapat menyebabkan haid Anda berhenti. Ini adalah kondisi yang paling sering terlihat pada atlet-atlet perempuan.

3. Stres

Tingkat stres yang tinggi dapat berdampak buruk pada hormon dan menyebabkan menstruasi tidak teratur. 

4. Kontrasepsi hormonal

Baca Juga: Disebut Bisa Meredakan Nyeri, Benarkah Masturbasi Sembuhkan Sakit Kronis?

Hormon yang ada dalam pil KB berdampak langsung pada ovulasi dan pada gilirannya berpengaruh pada menstruasi Anda.

Ilustrasi menstruasi. (Shutterstock)
Ilustrasi menstruasi. (Shutterstock)

5. PCOS

Sindrom ovarium polikistik (PCOS) memengaruhi 1 dari 10 perempuan. Beberapa gejala PCOS yang paling umum adalah tidak teraturnya menstruasi, jerawat, penambahan berat badan dan rambut tubuh yang berlebihan.

6. Diabetes yang tidak terkontrol

Bila diabetes tidak didiagnosis tepat waktu atau tidak dikelola dengan baik, maka kadar gula darah jauh lebih tinggi dari biasanya. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2011 menemukan bahwa mereka yang menderita diabetes tipe 2 mengalami menstruasi yang tidak teratur.

×
Zoomed
TERKINI
Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mengetahui menstruasi normal atau tidak....
wanita | 08:00 WIB
Hipertensi kehamilan sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal....
wanita | 08:00 WIB
Mulas saat hamil adalah keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil....
wanita | 08:00 WIB
Selain untuk mengatasi nyeri haid, banyak dari obat herbal ini juga memberikan manfaat tambahan....
wanita | 08:00 WIB
Bukan hanya bermanfaat bagi ibu hamil, pemberian vaksinasi influenza juga akan berpengaruh pada bayi....
wanita | 10:00 WIB