Tidak Hanya Bakteri, 4 Hal Ini Juga Memicu Bau Tidak Sedap pada Vagina!

Penyebab lainnya yang memengaruhi ketidakseimbangan pH vagina juga dapat mengakibatkan bau.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Jum'at, 09 April 2021 | 15:00 WIB
Tidak Hanya Bakteri, 4 Hal Ini Juga Memicu Bau Tidak Sedap pada Vagina!

Tidak Hanya Bakteri, 4 Hal Ini Juga Memicu Bau Tidak Sedap pada Vagina!

himedik.com - Organ intim wanita, vagina, sebenarnya dapat menjaga kebersihannya sendiri. Tetapi terkadang baunya bisa lebih kuat atau tidak sedap, yang bisa menjadi tanda adanya masalah dalam kondisi kesehatannya.

Bau vagina bervariasi, tergantung posisi wanita tersebut dalam siklus bulanan. Misalnya bau vagina akan lebih kuat saat berada di pertengahan siklus, atau akan tercium bau logam saat sedang menstruasi.

Penyebab lainnya yang memengaruhi ketidakseimbangan pH vagina juga dapat mengakibatkan bau, dilansir Insider, seperti:

1. Keringat

Kelenjar keringat di area vagina dapat menonjolkan bau kulit dan bakteri yang sudah ada. Ini normal dan tidak ada hubungannya dengan ketidakseimbangan pH.

2. Hubungan seksual

Air mani dapat membuang tingkat bakteri di dalam vagina berkat pH yang lebih asam, menyebabkan bau yang lebih kuat.

Ilustrasi bau vagina. (Unsplash/Ava Sol)
Ilustrasi bau vagina. (Unsplash/Ava Sol)

3. Tampon

Membiarkan tampon terlalu lama, terutama yang beraroma , juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan pH karena meningkatnya bakteri.

4. Bacterial vaginosis (BV)

Baca Juga: Meski Menyehatkan, Berenang Malah Bisa Sebabkan Masalah pada Vagina

Infeksi vagina yang paling umum dan dapat menyebabkan bau yang lebih kuat serta amis. Ini mungkin disertai dengan keluarnya cairan putih, kehijauan, atau abu-abu.

5. Trikomoniasis

Penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit yang mengeluarkan cairan berbau busuk dan berwarna kuning, hijau, putih, atau abu-abu.

Jika seorang wanita merasakan vaginanya berbau lebih kuat disertai dengan keluarnya cairan, rasa terbakar, atau gatal, maka harus segera mencari perawatan medis.

Sebab, itu bisa menjadi tanda penyakit tertentu, sepeti infeksi bakteri atau penyakit menular seksual.

×
Zoomed
TERKINI
Hipertensi kehamilan sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal....
wanita | 08:00 WIB
Mulas saat hamil adalah keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil....
wanita | 08:00 WIB
Selain untuk mengatasi nyeri haid, banyak dari obat herbal ini juga memberikan manfaat tambahan....
wanita | 08:00 WIB
Bukan hanya bermanfaat bagi ibu hamil, pemberian vaksinasi influenza juga akan berpengaruh pada bayi....
wanita | 10:00 WIB
Diabetes gestasional biasanya terjadi selama masa kehamilan hingga proses persalinan, meskipun perempuan tersebut sebelu...
wanita | 08:00 WIB