Inilah Waktu Terbaik untuk Hamil Lagi Setelah Alami Keguguran Menurut Pakar

Faktor terbesar penentu kapan seorang wanita yang baru keguguran bisa hamil lagi adalah masa ovulasi berikutnya.

Rosiana Chozanah
Sabtu, 09 Oktober 2021 | 13:30 WIB
Inilah Waktu Terbaik untuk Hamil Lagi Setelah Alami Keguguran Menurut Pakar

Inilah Waktu Terbaik untuk Hamil Lagi Setelah Alami Keguguran Menurut Pakar

himedik.com - Keguguran terjadi ketika kehamilan berakhir secara tak terduga sebelum 20 minggu. Kondisi ini bisa menjadi perjuangan bagi calon ibu dan dapat menyebabkan frustasi serta tekanan emosional.

Secara umum, tidak ada alasan klinis bagi wanita untuk hamil lagi. Tetapi biasanya dokter menyarankan agar untuk menunggu hingga merasa siap secara mental dan fisik.

Berdasarkan Insider, faktor terbesar yang menentukan kapan seorang wanita yang baru keguguran bisa hamil lagi adalah masa ovulasi berikutnya.

Umumnya, siklus menstruasi akan kembali normal dalam waktu 4 hingga 6 minggu. Tetapi akan berbeda pada setiap orang.

Sebaiknya tidak menunggu lama untuk hamil lagi setelah keguguran. Sebuah studi pada 2016 menunjukkan 53% wanita yang mencoba hamil lagi dalam waktu 3 bulan setelah keguguran lebih berhasil daripada 36% yang menunggu lebih dari waktu itu.

Ilustrasi keguguran. (Pexels)
Ilustrasi keguguran. (Pexels)

Cara meningkatkan peluang hamil lagi

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan peluang hamil, salah satunya mengonsumsi vitamin prenatal, seperti asam folat.

Sangat penting juga untuk memastikan bahwa calon ibu yang memiliki kondisi medis tertentu tetap terkontrol, misalnya tekanan darah tinggi atau diabetes.

Menjaga gaya hidup sehat juga sangat diperlukan, seperti pola makan seimbang, olahraga teratur, dan mengontrol tingkat stres.

Tidak perlu takut untuk hamil lagi, sebab sebagian besar calon ibu tetap bisa hamil secara normal setelah keguguran.

Baca Juga: Ahli Tegaskan Vaksin Covid-19 Tak Picu Keguguran Pada Ibu Hamil

"Sebagian besar wanita akan hamil secara normal setelah satu kali keguguran," tandas Sohinee Bhattacharya , dosen senior di Obstetric Epidemiology di University of Aberdeen.

×
Zoomed
TERKINI
Hipertensi kehamilan sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal....
wanita | 08:00 WIB
Mulas saat hamil adalah keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil....
wanita | 08:00 WIB
Selain untuk mengatasi nyeri haid, banyak dari obat herbal ini juga memberikan manfaat tambahan....
wanita | 08:00 WIB
Bukan hanya bermanfaat bagi ibu hamil, pemberian vaksinasi influenza juga akan berpengaruh pada bayi....
wanita | 10:00 WIB
Diabetes gestasional biasanya terjadi selama masa kehamilan hingga proses persalinan, meskipun perempuan tersebut sebelu...
wanita | 08:00 WIB