cancel
Senin, 26 September 2022

Dikira Sakit Punggung Akibat WFH, Ternyata Wanita Ini Idap Tumor Sebesar Kepala Bayi

Wanita ini menderita tumor sebesar kepala bayi, tetapi sempat mengira dirinya menderita sakit punggung akibat WFH.

Shevinna Putti Anggraeni
share on facebook share on twitter share on line share on telegram share on whatsapp copy to clipboard
Ilustrasi bekerja dari rumah, WFH. (Pixabay)
Ilustrasi bekerja dari rumah, WFH. (Pixabay)

Himedik.com - Sejak pandemi Covid-19, banyak orang harus bekerja dari rumah atau work from home (WFH), yang seiring waktu berdampak pada kesehatan mereka.

Contohnya, seoang ibu muda ini yang mengalami sakit punggung karena postur tubuh yang memburuk akibat WFH.

Rupanya, ibu muda bernama Ellie Chandler itu memiliki tumor besar seukuran kepala bayi di pangkal tulang belakangnya.

Wanita 25 tahun itu mengaku pertama kali mengalami sakit punggung setelah melahirkan anak kembar pada Desember 2019.

Beberapa kali ia pergi ke dokter untuk periksa, tetapi disuruh minum obat penghilang rasa sakit dan membeli bantal penyangga.

Ilustrasi WFH (Unsplash/Mateus Campos Felipe)
Ilustrasi WFH (Unsplash/Mateus Campos Felipe)

Petugas medis mengira itu hanya karena postur tubuh yang buruk akibat keseringan duduk selama WFH.

Kemudian, ia pun melakukan rontgen karena tak kunjung membaik. Dokter kandungannya pun merasakan ada massa besar di dalam dirinya setelah beberapa minggu.

Setelah tes darurat, ibu dua anak itu didiagnosis dengan tumor sel raksasa berukuran 14 cm yang langka di dasar tulang belakangnya, yang tumbuh begitu cepat sehingga membutuhkan kateter.

Kini, ia menjalani perawatan intensif selama berbulan-bulan dengan mendapatkan suntikan setiap bulan untuk mengecilkan tumornya.

"Saat saya pergi untuk pemeriksaan panggul, dokter kandungan mengatakan tidak bisa melakukan pemeriksaan karena merasakan ada sesuatu di pangkal tulang belakangku," kata Ellie dikutip dari The Sun.

Kemudian, dokter itu hanya melakukan pemeriksaan dubur dan kembali merasakan ada sesuatu di area tersebut. Rupaya, sesuatu itu merupakan massa yang cukup besar.

"Kemudian, saya melakukan pemindaian ultrasound dan CT scan sehingga menemukan tumor terebut," ujarnya.

Akhirnya, ia pun dirawat seminggu di rumah sakit karena kondisinya tersebut. Kemudian, tumor itu tumbuh menjadi tumor sel raksasa.

Tumor sel raksasa cukup umum pada orang muda, di usia dua puluhan, tiga puluhan dan empat puluhan. Tumor sel raksasa adalah tumor non-kanker yang berkembang di tulang.

Terkait

Terkini