cancel
Sabtu, 28 Januari 2023

Gara-gara Alergi Gravitasi, Wanita Ini Hanya Bisa Berbaring di Tempat TIdur!

Seorang wanita hanya bisa berbaring di tempat tidur sepanjang hari karena alergi gravitasi.

Shevinna Putti Anggraeni
share on facebook share on twitter share on line share on telegram share on whatsapp copy to clipboard
Ilustrasi tidur, alergi gravitasi. (Arkadia Digital Media/Ema Rohimah)
Ilustrasi tidur, alergi gravitasi. (Arkadia Digital Media/Ema Rohimah)

Himedik.com - Gravitasi adalah gaya tarik menarik antara semua benda atau partikel yang memiliki massa. Gravitasi ini yang membantu manusia dan makhluk hidup lainnya di bumi bisa memijak tanah atau tidak melayang.

Tapi, seorang wanita justru mengaku memiliki alergi terhadap gravitasi sehingga harus menghabiskan waktu 23 jam di tempat tidur karena kondisinya tersebut.

Wanita bernapa Lyndsi Johnson ini bisa mengalami pingsan sebanyak 10 kali sehari dan tidak bisa berdiri selama lebih dari 3 menit tanpa pingsan, karena alergi gravitasi yang dimilikinya.

Wanita 28 tahun itu mengaku harus duduk dengan kaki disilangkan untuk mengatasi rasa sakitnya dan hanya bisa bangun untuk makan atau mandi.

Mulanya, Lyndsi menderita sakit perut dan punggung pada Oktober 2015. Kemudian, gejalanya memburuk dan ia pun selalu muntah proyektil dalam beberapa tahun.

Ilustrasi wanita menderita alergi gravitasi (pixabay).
Ilustrasi wanita menderita alergi gravitasi (pixabay).

Muntah proyektil maksudnya jenis muntah yang sangat kuat, karena isi perut terdorong secara paksa dalam bentuk semburan.

Karena kondisinya itu, Lyndsi bertahun-tahun bolak-balik ke dokter untuk mendapatkan bantuan medis.

Kemudian, ia mulai didiagnosis menderita sindrom takikardia postural (PoTS) pada Febuari 2022. Sindrom takikardia ini adalah kondisi yang mengacu pada peningkatan abnormal detak jantung, yang terjadi setelah duduk atau berdiri. Hal ini yang juga disebut Lyndsi sebagai alergi gravitasi.

"Saya alergi terhadap gravitasi. Ini kedengarannya gila tapi itu nyata. Saya tidak bisa berdiri lebih dari 3 menit tanpa pingsan dan rasa sakit," kata Lyndsi dikutip dari The Sun.

Lyndsi merasa jauh lebih baik ketika berbaring. Karena itu, ia sering di tempat tidur sepanjang hari. Apalagi, kondisi ini belum ada obatnya tetapi ia tetap bersyukur memiliki pasangan yang selalu menemaninya.

Terkait

Terkini