Orangtua Wajib Tahu, Balita Meninggal Setelah Minum Cairan Putih

Ini akibat kelalaian orangtua dalam mengawasi anaknya.

Angga Roni Priambodo | Yuliana Sere
Minggu, 28 Oktober 2018 | 09:45 WIB
Ilustrasi. (unsplash)

Ilustrasi. (unsplash)

Himedik.com - Saat balita merupakan saat-saat aktif untuk bergerak, bermain dan sebagainya. Biasanya barang apa pun akan mereka pakai untuk bermain bahkan dimasukkan ke dalam mulut.

Parahnya jika benda atau cairan ini bisa membahayakan nyawa mereka, maka sangat perlu pengawasan dari orangtua.

Kejadian di bawah ini menjadi pembelajaran agar orangtua lebih perhatikan benda apa yang dimainkan anak.

Teddy Walker, seorang bayi berusia 15 bulan, harus meregang nyawa akibat menegak larutan beracun. Cairan itu dikenal dengan sebutan terpentin.

Terpentin merupakan bahan baku industri kosmetik, minyak cat, campuran bahan pelarut, antiseptik, dan kamfer.

Kejadian itu terjadi pada April 2018 saat Teddy Walker sedang bermain di dapur. Larutan beracun itu ia temukan di salah satu lemari di dapur.

Cairan yang diminum oleh balita 15 bulan. (thesun.co.uk)
Cairan yang diminum oleh balita 15 bulan. (thesun.co.uk)

 

Ibunya, Danielle, mengatakan putranya bermain di ruang tunggu sebelum berkeliaran di dapur.

Beberapa saat kemudian, Danielle mendengar anaknya berusaha untuk bernapas. Dengan gerakan seribu langkah, ia segera menuju ke dapur.

Danielle lalu memberinya air putih yang kemudian disusul dengan melakukan CPR atau bantuan pernapasan, sementara saudaranya langsung menelpon 999.

Baca Juga: Tak Selamanya Bermanfaat, Berikut Efek Konsumsi Buah Manggis

Kasus ini pun dibawa ke meja hijau. Pengadilan Sheffield Coroner mengatakan saat berada di tempat kejadian, mereka mencium aroma terpentin yang tajam.

Sementara dokter yang mendiagnosa Teddy Walker mengatakan pasokan darah ke otaknya telah terhenti.

Dua hari setelah itu, Teddy dipindahkan ke Rumah Sakit Leicester Glenfield yang berspesialisasi dalam menangani pasien dengan masalah pernapasan setelah sebelumnya ia menjalani perawatan di Rumah Sakit Anak Sheffield.

Sehari kemudian tepat pada tanggal 9 April, Teddy melakukan CT scan yang akhirnya mengungkapkan bahwa suplai darah ke jaringan otaknya terhambat.

Tidak lama setelah itu, Teddy Walker dinyatakan meninggal. Ibunya mewakili pihak keluarga menyampaikan penyesalannya atas kepergian sang buah hati.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
DBD bisa menyerang siapa saja, di mana saja terlepas dari tempat tinggal, usia, atau gaya hidup....
anak | 10:39 WIB
Issa Xander cuma punya paspor Amerika Serikat....
anak | 10:00 WIB
Ketidakseimbangan pada hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dapat terjadi akibat pola makan yang tidak sehat....
anak | 07:00 WIB
Di Indonesia tak ada vaksin khusus HMPV seperti halnya vaksin covid-19 dan semacamnya....
anak | 10:00 WIB
Penelitian menyatakan bahwa pola makan rendah asupan serat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko te...
anak | 07:00 WIB