Libur Imlek, Murid yang Naik Berat Badan Bakal Dihukum di Sekolah

Menjelang libur tahun baru Imlek, para siswa diwanti-wanti menjaga berat badan.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Sabtu, 02 Februari 2019 | 17:30 WIB
Ilustrasi menimbang berat badan - (Pixabay/sisdahgoldenhair)

Ilustrasi menimbang berat badan - (Pixabay/sisdahgoldenhair)

Himedik.com - Selama libur tahun baru Imlek, para murid diimbau untuk menjaga pola makan agar berat badan tidak naik terlalu banyak. Jika aturan ini dilanggar, sekolah akan memberi hukuman.

Peringatan ini diberikan oleh sekolah di China Timur pada murid-muridnya. Pihak sekolah akan memberi hukuman berupa sesi latihan paksa pada murid yang berat badannya naik banyak.

Mengutip Qianjiang Evening News via South China Morning Post, Selasa (29/1/2019), para siswa berusia 13 dan 14 tahun di SMP Hangzhou No 3 di Zheijang telah menimbang berat badannya pada Senin sebelum liburan. Jika setelah Festival Musim Semi berat badannya naik 2 kg, mereka harus berlari tiap hari di semester berikutnya.

''Baru-baru ini ketika saya berjalan-jalan di sekitar pusat perbelanjaan dengan teman-teman, saya melihat timbangan dan tiba-tiba punya ide: Saya ingin para siswa menimbang diri mereka sendiri sebelum liburan dan memberi mereka kesadaran akan risiko menambah berat badan di kemudian hari,'' kata seorang guru bernama Chen Wei.

Ilustrasi tahun baru Imlek - (Pixabay/vutrongtien)
Ilustrasi tahun baru Imlek - (Pixabay/vutrongtien)

 

Program ini pun memancing beragam reaksi dari media sosial di China.

''Saya pikir itu hal yang bagus untuk membuat siswa sadar akan kesehatan fisik mereka,'' kata seorang warganet.

Komentar lain berbunyi, ''Jika mereka siswa SMP, tubuh mereka tumbuh. Bukankah normal mengalami fluktuasi berat badan?''

Diketahui, epidemi obesitas sekolah terjadi di China, dan negara ini sudah memiliki jumlah anak obesitas terbanyak di dunia. Sebuah penelitian pada 2017 telah memperingatkan bahwa jumlah anak yang mengalami obesitas bisa mencapai 50 juta orang pada 2030.

Para ahli mengaitkan hal ini dengan banyaknya makanan olahan yang biasa dikonsumsi anak muda, serta tingginya tekanan akademis yang membuat siswa kurang memiliki waktu untuk aktivitas fisik.

Baca Juga: Mr P Pria Ini Bengkok Permanen akibat Suntikan Mahal di Klinik Palsu

Meski begitu, sekolah-sekolah di China sebenarnya telah mewajibkan siswa untuk melakukan latihan kalistenik bersama yang dipimpin oleh seorang guru tiap pagi. Siswa SMA juga harus mengikuti satu atau dua minggu pelatihan militer pada tiap awal tahun ajaran.

×
Zoomed
TERKINI
DBD bisa menyerang siapa saja, di mana saja terlepas dari tempat tinggal, usia, atau gaya hidup....
anak | 10:39 WIB
Issa Xander cuma punya paspor Amerika Serikat....
anak | 10:00 WIB
Ketidakseimbangan pada hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dapat terjadi akibat pola makan yang tidak sehat....
anak | 07:00 WIB
Di Indonesia tak ada vaksin khusus HMPV seperti halnya vaksin covid-19 dan semacamnya....
anak | 10:00 WIB
Penelitian menyatakan bahwa pola makan rendah asupan serat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko te...
anak | 07:00 WIB