Keren! Peneliti Ciptakan Mata Bionik Bagi Penyandang Tunanetra

Mata bionik ini dibuat oleh para peneliti dengan menggunakan printer 3D dan reseptor cahaya.

Rauhanda Riyantama
Minggu, 02 September 2018 | 21:00 WIB
Keren! Peneliti Ciptakan Mata Bionik Bagi Penyandang Tunanetra

Keren! Peneliti Ciptakan Mata Bionik Bagi Penyandang Tunanetra

himedik.com - Bagi penyandang tunanetra kali ini bisa sedikit bernapas lega. Pasalnya, para peneliti telah berhasil menciptakan sebuah prototipe mata bionik yang bisa membantu mereka untuk melihat.

Temuan mata bionik ini dibuat oleh ilmuwan dari University of Minnesota, Amerika Serikat dan sudah resmi dipublikasikan di jurnal Advanced Materials.

Mata bionik ini dibuat oleh para peneliti dengan menggunakan printer 3D dan reseptor cahaya dalam sebuah kubah kaca kecil berukuran serupa dengan bola mata.

Pertama, para peneliti mencetak model 3D dengan partikel silver sebagai material dasar, kemudian menambahkan fotodioda dan semikonduktor yang bisa mengubah cahaya menjadi arus listrik di bagian atas material dasar tersebut.

Model 3D ini yang nantinya akan berubah menjadi prototipe mata yang 25 persen mampu mengubah cahaya menjadi arus listrik. Alat tersebut akan mampu membuat otak menginterpretasikan sinyal dari situasi nyata yang terlihat.

Mata bionik. (IFL Science)
Mata bionik. (IFL Science)

 

Sayangnya, prototipe mata bionik ini masih perlu beberapa waktu untuk menyempurnakannya agar bisa digunakan secara rutin.

Pencapaian besar tim peneliti ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya pada tahun 2013, para peneliti berhasil menciptakan organ buatan seperti kuping bionik.

Sedangkan tahun lalu, tim ini berhasil membuat kulit bionik bagi robot yang mampu membuat robot dapat merasakan sentuhan.

Pencapaian-pencapaian ini membuat tim peneliti berharap untuk bisa mengembangkan mata bionik dengan menambahkan resptor cahaya lebih banyak.

Baca Juga: Tak Cuma Menyenangkan, Sering Berlibur Juga Bisa Perpanjang Umur

Selain itu dengan menggunakan material lembut yang memungkinkan alat ini dapat digunakan pada mata asli manusia.

Jauh hari, tepatnya pada tahun 2016, Inggris pernah mengembangkan alat melalui operasi untuk bisa dimasukkan ke dalam retina mata seseorang untuk membantu penglihatannya.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB