Tiga Alasan Mengapa Telur Layak Disebut Makanan Paling Sehat

Telur mengandung banyak nutrisi, mulai dari vitamin A, B, E, kalsium, kalium, serta beragam nutrisi lainnya.

Angga Roni Priambodo | Dwi Citra Permatasari Sunoto
Minggu, 16 September 2018 | 18:15 WIB
Tiga Alasan Mengapa Telur Layak Disebut Makanan Paling Sehat

Tiga Alasan Mengapa Telur Layak Disebut Makanan Paling Sehat

himedik.com - Telur kaya akan nutrisi. Dalam satu telur mengandung vitamin B12 (kobalamin), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B5 (asam pantotenat), vitamin A dan vitamin E.

Telur juga mengandung selenium, kalsium, zat besi, kalium, seng, mangan, folat dan banyak lagi. Tidak salah jika telur disebut sebagai makanan paling sehat, karena selain kaya nutrisi juga menyehatkan. Berikut penjelasannya.

1. Telur mengandung kolin, nutrisi penting untuk otak

Kolin merupakan nutrisi penting yang diperlukan untuk berbagai proses dalam tubuh. Salah satunya yaitu untuk mensintesis neurotransmitter asetilkolin yang merupakan komponen membran sel.

Tak hanya penting untuk otak, kadar kolin yang rendah juga bisa meningkatkan risiko penyakit hati, penyakit jantung, dan gangguan neurologis.

Kolin juga penting untuk wanita hamil. Pasalnya sebuah penelitian menunjukkan bahwa asupan kolin yang rendah dapat meningkatkan risiko cacat tabung saraf dan menyebabkan penurunan fungsi kognitif pada bayi.

Ini perlu diperhatikan karena berdasarkan studi lain, menunjukkan data bahwa hanya 23% wanita hamil mendapatkan asupan kolin yang cukup.

Telur. (shutterstock)
Telur. (shutterstock)

 

2. Telur mampu melindungi mata


Ada dua antioksidan dalam telur yang bisa menimbulkan efek perlindungan kuat pada mata yaitu lutein dan zeaxanthin. Keduanya ditemukan dalam kuning telur.

Baca Juga: Lima Makanan yang Layak Disebut sebagai ''Superfood''

Antioksidan ini secara signifikan mampu mengurangi risiko degenerasi makula dan katarak, yang merupakan salah satu penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan pada orang tua.

3. Telur meningkatkan kadar kolesterol tapi tidak meningkatkan risiko penyakit jantung


Satu telur besar mengandung 212 mg kolesterol, yang artinya jauh lebih banyak dibandingkan dengan makanan lain.

Namun kolesterol yang dimaksud yaitu HDL (kolesterol baik) dan telur cenderung mengubah LDL (kolesterol jahat) menjadi suatu partikel yang tidak ada kaitannya dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Telur. (shutterstock)
Telur. (shutterstock)

Bahkan beberapa penelitian telah membuktikan bahwa tidak ada hubungan antara makan telur bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Sebaliknya, telur malah dikaitkan dengan manfaat kesehatan.

Satu studi menemukan bahwa makan 3 sel telur per hari bisa mengurangi resistensi insulin, meningkatkan HDL dan meningkatkan ukuran partikel LDL pada orang dengan sindrom metabolik.

Meski masih diperlukan penelitian lebih lanjut, tapi kamu perlu waspada. Pasalnya beberapa penelitian menunjukkan adanya peningkatan risiko penyakit jantung pada penderita diabetes.

Telur memang kaya nutrisi. Tapi perlu kamu tahu bahwa hampir semua nutrisi, terdapat dalam kuning telur. Sedangkan putih telur hanya mengandung protein.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB