Sering Selfie Bawa Pengaruh Buruk Bagi Kesehatan Mental Remaja

Sering selfie dapat membuat remaja depresi, kecewa, dan merasa cemas.

Rauhanda Riyantama | Krishnayanti C
Selasa, 02 Oktober 2018 | 14:46 WIB
Sering Selfie Bawa Pengaruh Buruk Bagi Kesehatan Mental Remaja

Sering Selfie Bawa Pengaruh Buruk Bagi Kesehatan Mental Remaja

himedik.com - Mengambil potret diri atau biasa disebut selfie memang sangat populer dan melekat di kalangan remaja yang tumbuh di besar di era digital.

Terlebih dengan adanya media sosial, seseorang dapat menunjukkan bakat memotret diri atau objek lain pada orang lain. Tidak hanya pada remaja, bahkan orang tua juga menyukai selfie.

Walaupun terlihat wajar, terlalu sering selfie dapat berdampak buruk pada kesehatan mental remaja seperti depresi dan kecemasan meningkat. Kok bisa? begini ulasannya.

1. Mengarah pada citra diri yang negatif

Tidak semua hasil jepretan foto sesuai dengan harapan. Seseorang akan menghabiskan banyak waktu hanya untuk mendapatkan satu foto yang bagus untuk diunggah.

Rasa tidak puas sering muncul karena angle kurang pas, pencahayaan kurang baik, atau bahkan tidak puas dengan wajah sendiri.

Sebuah studi yang diterbitkan pada The Journal of Early Adolescence menunjukkan bahwa remaja yang mengunggah banyak selfie cenderung memiliki kesadaran tinggi dengan penampilan dirinya sendiri. Hal ini juga sejalan dengan meningkatkan citra negatif pada bentuk tubuh tertentu.

Menurut penelitian, gadis remaja yang terlalu sering selfie cenderung mudah cemas dan khawatir. Sebanyak 35 persen merasa khawatir dengan penampilannya dengan selfie yang diunggah teman dan 27 persen merasa khawatir dengan foto yang mereka unggah sendiri.

2. Terobsesi mendapat likes banyak

Dari hasil sebuah penelitian, beberapa orang merasa dirinya jelek dan muncul kekecewaan saat tidak banyak yang menyukai dan mengomentari foto yang mereka unggah.

Baca Juga: Penemu Imunoterapi Raih Nobel Kedokteran Tahun 2018

Pikiran seorang remaja terkadang juga menjadi kacau hanya karena likes tidak sesuai harapan.

Kondisi ini akan membuat seseorang mencari cara untuk menarik perhatian orang lain, dengan cara yang wajar seperti membuat video konyol, hingga yang tidak wajar seperti sengaja mem-bully temannya, merokok, atau melakukan hal lain yang merusak reputasi mereka.

Walau sudah remaja, peran orangtua dalam membimbing anaknya tetap dibutuhkan. Orangtua perlu memberi pemahaman pada anak agar bijak dalam menggunakan media sosial.

Selain itu, batasi penggunaan gadget pada anak saat sedang bersama keluarga dan sebelum jam tidurnya.

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB