Info

Lion Air Jatuh, Apa Akibatnya pada Tubuh Jika Terendam Air Laut?

Temperatur air mempengaruhi proses pembusukan tubuh manusia di dalam air laut.

Rauhanda Riyantama

Petugas mengidentifikasi identitas korban Pesawat Lion Air penerbangan JT 610 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (30/10). (Suara.com/Fakhri Hermansyah)
Petugas mengidentifikasi identitas korban Pesawat Lion Air penerbangan JT 610 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (30/10). (Suara.com/Fakhri Hermansyah)

Himedik.com - Tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 tujuan Jakarta - Pangkalpinang di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada Senin (29/10/2018) pagi, kini menyisakan duka bagi keluarga korban. Hingga saat ini Basarnas sudah mengumpulkan 48 kantong jenazah korban kecelakaan.

Hasil penelusuran Himedik, Basarnas bahkan telah mengeluarkan penyataan mengejutkan terkait nasib para penumpang pesawat Lion Air JT 610. ''Prediksi saya sudah tidak ada yang selamat,'' ungkap Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI Mar Bambang Suryo Aji, seperti dilansir Suara.com.    

Tak hanya itu, Suryo Aji juga memprediksi masih banyak korban yang berada di dalam tubuh pesawat. Pasalnya, hingga saat ini para petugas hanya menemukan potongan tubuh korban, bukan jenazah utuh. 

Dilihat dari kacamata medis, sebenarnya apa yang terjadi pada tubuh manusia jika terendam di dalam air laut dalam kurun beberapa waktu?

Petugas mengidentifikasi identitas korban Pesawat Lion Air penerbangan JT 610 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (30/10). (Suara.com/Fakhri Hermansyah)
Petugas mengidentifikasi identitas korban Pesawat Lion Air penerbangan JT 610 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (30/10). (Suara.com/Fakhri Hermansyah)

 

Seperti dikutip dari Science Focus, proses pembusukan di dalam air laut berbeda dengan pembusukan di darat. Temperatur air mempengaruhi proses pembusukan tubuh manusia di dalam air laut.

Dalam kondisi air yang dingin, bakteri yang menyebabkan tubuh manusia membengkak mungkin akan bekerja lebih lambat. Selain itu, air dingin juga menyebabkan munculnya formasi adipocere, yaitu zat lilin yang terbentuk dari lemak tubuh sehingga melindungi tubuh dari pembusukan.

Bahkan, saat tubuh manusia berada di dalam laut dengan temperatur air kurang dari 21 derajat celcius, maka dalam tiga minggu bagian tubuh yang lunak akan berubah menjadi asam lemak yang menghentikan pertumbuhan bakteri.

Pernah dilaporkan ada temuan tubuh manusia yang masih dalam keadaan utuh di dalam air dengan temperatur di bawah tujuh derajat celcius setelah terendam beberapa minggu. Sementara dalam perairan tropis yang hangat, tubuh manusia biasanya akan mengambang di permukaan setelah tiga atau empat hari. 

Namun, faktor yang menyebabkan tubuh manusia hancur di dalam air laut bukan hanya bakteri. Menurut sebuah riset yang dipublikasikan jurnal PLOS ONE, tubuh akan dimangsa oleh hewan-hewan laut hingga menyisakan tulang. Baik hewan yang berukuran besar seperti hiu, maupun hewan berukuran kecil seperti kepiting, lobster, dan udang. 

Di dasar laut, tulang belulang itu perlahan-lahan akan terkubur oleh lumpur laut atau mungkin malah hancur dalam waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, tergantung tingkat keasaman air.

Berita Terkait

Berita Terkini