Tiga Mitos Tentang Mood yang Perlu Kamu Tahu

SAD merupakan salah satu penyebab mood swing dan sering dikaitkan dengan musim dingin, padahal tidak.

Rauhanda Riyantama | Dwi Citra Permatasari Sunoto
Jum'at, 09 November 2018 | 15:30 WIB
Tiga Mitos Tentang Mood yang Perlu Kamu Tahu

Tiga Mitos Tentang Mood yang Perlu Kamu Tahu

himedik.com - Dalamnya lautan tak ada yang tahu, begitu pula dengan hati seseorang. Suasana hati yang mungkin sedang berkecamuk tak kan ada yang tahu karena wajah menyiratkan seolah sedang baik-baik saja.

Beragam hal dilakukan untuk membuat suasana hati menjadi lebih baik. Mulai dari makanan, olahraga, musik, dan lain sebagainya. Namun, tahukah kamu bahwa yang katanya bisa memperbaiki atau menyebabkan mood itu nyatanya hanya mitos belaka?

1. Musik bisa meningkatkan mood

Faktanya, musik memang dapat meningkatkan suasana hati, tetapi itu tergantung pada musik apa yang didengarkan. Dalam penelitian terbaru, suasana hati para relawan membaik ketika mereka mendengarkan musik Mozart dan tak ada perubahan ketika mereka mendengar musik instrumental lainnya, tetapi suasana hati mereka berubah ketika mendengar musik dari film Holocaust 'Schindler's List'.

2. Seasonal affective disorder adalah gangguan mood yang berhubungan dengan musim dingin

Ilustrasi galau saat turun hujan. (pixabay)
Ilustrasi galau saat turun hujan. (pixabay)

 

Seasonal affective disorder (SAD) adalah gangguan mood yang paling sering terjadi di musim dingin, tetapi dapat terjadi setiap saat sepanjang tahun. Hal ini nampaknya berkaitan dengan respons tubuh terhadap sinar matahari yang bervariasi, sehingga cenderung terjadi di hari pendek pada musim dingin. Jadi, SAD bisa terjadi kapan saja tak hanya di waktu musim dingin atau hujan.

3. Usia tidak ada kaitannya dengan mood

Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa seiring bertambahnya usia, mereka umumnya cenderung menonjolkan sikap yang positif. Para peneliti berspekulasi bahwa hal ini berkaitan dengan keterbatasan waktu yang dimiliki dan membuat mereka menyadari untuk lebih berpikir positif.

Kemungkinan lainnya yaitu berkaitan dengan fungsi fisiologis. Yang mana seiring bertambahnya usia, bagian otak yang berhubungan dengan emosi lebih mungkin untuk diaktifkan sebagai tanggapan terhadap gambaran positif.

Baca Juga: Ahmad Dhani dan Irwan Mussry Botak, Benarkah Tanda Pria Maskulin?

Itulah tiga mitos mood yang mungkin sering kamu dengar. Semoga bermanfaat!

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB