Ketika Asma Bisa Menjadi Masalah Jantung

SImak kisah Alastair Thompson, remaja yang awalnya didiagnosis asma namun kemudian ini yang terjadi.

Dany Garjito | Yuliana Sere
Kamis, 15 November 2018 | 07:00 WIB
Ketika Asma Bisa Menjadi Masalah Jantung

Ketika Asma Bisa Menjadi Masalah Jantung

himedik.com - Alastair Thompson merupakan seorang remaja yang menderita asma ketika ia berusia 13 tahun. Di sekolah, ia selalu merasa kehabisan napas terutama setelah berolahraga.

Meski sudah diberi inhaler, Alastair yang sekarang berada di Universitas Bath tetap tidak merasakan adanya perubahan. Bahkan sekarang ia merasa semakin lelah khususnya masalah pernapasan.

Dua tahun lalu, saat ia dan teman-temannya berada di kedai kopi, ia merasa jantungnya berdegup begitu kencang sehingga ia mengira ia mengalami serangan jantung.

Alastair langsung dilarikan ke rumah sakit karena detak jantungnya diketahui 240 kali per menit, padahal seharusnya berada di antara 60 dan 100.

Ia melakukan pemindaian MRI, ekokardiogram (USG jantung) dan elektrokardiogram (atau ECG, untuk mencatat sinyal listrik jantung) yang kemudian menunjukkan cacat jantung kongenital langka yang disebut drainase vena parsial anomali parsial (PAPVD).

Ini terjadi ketika tiga vena pulmonal yang membawa darah beroksigen dari paru-paru terhubung ke bagian yang salah dari jantung.

Ini mengakibatkan kelelahan, sesak napas dan akhirnya gagal jantung, di mana jantung tidak dapat memompa secara efektif. Alastair juga memiliki lubang di jantungnya.

Dilansir dari dailymail, tidak ada penyebab yang jelas dan tidak ada obatnya. Mereka yang mengalami sesak napas seperti asma bisa juga memiliki gejala lain, seperti nyeri di kaki, dada, bengkak pada pergelangan kaki serta kelelahan.

Asma/MavCure.Com
Asma. (MavCure.Com)

 

Perawatan dini dengan berbagai obat sangat penting untuk memperpanjang usia, dan dalam kasus yang ekstrim, pasien akan ditawari transplantasi jantung dan paru-paru.

Baca Juga: Begini Cara Mencegah Penularan Penyakit Mata Merah

Menurut penelitian terbaru oleh PHA UK, penyakit ini relatif jarang sehingga sering tidak diobati untuk waktu yang lama.

Penundaan semacam itu membawa konsekuensi serius, kata Philippa Hobson, perawat jantung senior di British Heart Foundation.

''Ketika orang dengan kondisi jantung yang salah didiagnosis atau memiliki diagnosis yang tertunda, mereka tidak menerima perawatan yang tepat yang kemudian membuat mereka lebih sulit diobati.

'Pasien-pasien ini akhirnya bisa merasa kesal dan sangat dikecewakan oleh profesi medis.''

Kondisi jantung yang umum seperti angina, gagal jantung, penyakit katup dan aritmia menghasilkan sesak napas dan sering dapat disalahartikan sebagai asma, kata Philippa Hobson, seorang perawat di British Heart Foundation.

Dia mengatakan, ''Jika seorang pasien asma masih tidak sehat setelah minum obat yang diresepkan dan merasa nyeri dada, palpitasi atau pusing, EKG (untuk merekam sinyal listrik jantung) harus dilakukan.

Ini bisa mendiagnosis masalah jantung, daripada menunggu gejala lebih lanjut muncul.'

Bukan hanya orang muda yang berisiko, tapi semua orang dari segala jenis usia, kata konsultan perawat Iain Armstrong.

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB