Empat Mitos yang Harus Kamu Tahu Tentang Penyakit Celiac

Masih percaya empat mitos ini?

Dany Garjito | Yuliana Sere
Minggu, 18 November 2018 | 13:45 WIB
Empat Mitos yang Harus Kamu Tahu Tentang Penyakit Celiac

Empat Mitos yang Harus Kamu Tahu Tentang Penyakit Celiac

himedik.com - Penyakit celiac merupakan reaksi kekebalan tubuh terhadap konsumsi gluten, protein yang terkandung dalam gandum, jelai dan gandum hitam.

Kamu mungkin pernah mendengar beberapa mitos seputar penyakit ini yang bisa saja belum tentu benar adanya.

Berikut empat mitos yang berhasil dirangkum HiMedik dari medical daily.

1. Intoleransi gluten dapat terjadi kapan saja

Kamu mungkin agak heran jika beberapa orang dapat mengembangkan intoleransi gluten di kemudian hari padahal mereka bisa saja menderita sejak kecil.

''Kamu dapat mengembangkan penyakit celiac kapan saja," kata Dr Alessio Fasano dari University of Maryland Centre for Celiac Research.

Fasano mencatat kemungkinan seseorang di atas usia 70 tahun bisa saja baru mulai menunjukkan tanda atau gejala penyakit celiac.

Empat Mitos yang Harus Kamu Tahu Tentang Penyakit Celiac. (unsplash)
Empat Mitos yang Harus Kamu Tahu Tentang Penyakit Celiac. (unsplash)

 

2. Gluten bisa merusak organ tubuh bila dikonsumsi dalam jumlah besar

Menurut Harvard Health, bahkan gluten dalam jumlah kecil dapat merusak lapisan usus kecil yang pada gilirannya dapat mengurangi nutrisi yang diserap dari makanan.

Baca Juga: Mengenal CMD, Penyakit Langka yang Diderita Anak Joanna Alexandra

Ini dapat meningkatkan risiko masalah lain seperti osteoporosis, infertilitas, kerusakan saraf, dan kejang.

3. Penyakit celiac dan sensitivitas gluten menggambarkan kondisi yang sama

Penelitian telah menjelaskan sensitivitas gluten merupakan kondisi nyata, tetapi itu tidak sama dengan penyakit celiac.

''Dengan sensitivitas gluten, seseorang mungkin dapat mentolerir sejumlah kecil gluten tanpa mengalami gejala dan masalah," tambah Fasano.

"Penyakit celiac adalah penyakit seumur hidup. Jadi kamu harus tetap bebas 100 persen dari gluten. Jika kamu mengalami penyakit celiac, sistem kekebalan akan merespon semua gluten yang masuk dengan cara yang sama.''

4. Orang yang tidak terdiagnosis penyakit celiac selalu kurus

Kesalahpahaman ini mungkin muncul karena gejala terkait diare, penurunan berat badan, dan penyerapan nutrisi yang buruk.

Tetapi berat badan bukanlah indikator yang dapat diandalkan apakah seseorang bebas dari penyakit celiac atau tidak.

Jadi terlepas dari apakah kamu kelebihan berat badan, berat badan kurang, atau dalam kisaran berat badan yang normal, penting untuk berbicara dengan dokter jika kamu mengalami gejala penyakit celiac.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB