3 Cara Menghilangkan Keloid, Benjolan yang Tumbuh Akibat Bekas Luka

Keloid muncul akibat adanya bekas luka seperti cacar, suntik, operasi, dan lain sebagainya.

Dinar Surya Oktarini | Dwi Citra Permatasari Sunoto
Selasa, 08 Januari 2019 | 09:00 WIB
Keloid. (Shutterstock)

Keloid. (Shutterstock)

Himedik.com - Keloid muncul akibat adanya bekas luka seperti cacar, suntik, operasi, dan lain sebagainya yang tumbuh di dada, area kepala, dan bahu. Penampakannya seperti benjolan yang membesar.

Selain bekas luka, faktor genetik juga bisa menyebabkan seseorang terkena keloid. Pasalnya ketika tubuh terluka, fibrosa secara otomatis akan terbentuk pada permukaan kulit sebagai upaya perbaikan dan perlindungan.

Nah, fibrosa ini terus tumbuh dan menebal. Bahkan memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan luka tersebut dan jadilah keloid.

Keloid tidak berbahaya, tapi sangat mengganggu penampilan. Dirangkum dai berbagai sumber, berikut tiga cara menghilangkan keloid:

1. Suntikan kortisokosteroid

Aman dilakukan, tapi menimbulkan rasa sakit. Supaya keloid segera mengempis, suntikan harus rutin diberikan minimal dua bulan sekali.

2. Suntikan fluorouracil

Suntikan ini biasanya dilakukan dengan atau tanpa steroid.

3. Laser

Dari segi biaya metode laser ini terbilang cukup mahal. Pengobatannya pun harus dilakukan beberapa kali. Tidak bisa sekali laser keloid langsung hilang.

Baca Juga: Artis Terlibat Prostitusi Online, Psikolog Jelaskan Faktornya

Itulah 3 cara menghilangkan keloid. Dari ketiganya, suntikan fluorouracil lah yang sering digunakan.

Kalau kamu punya keloid, tidak perlu khawatir, tidak berbahaya kok.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB