Canggih, Kakulator yang Bisa Prediksi Risiko Kanker Payudara

Metode ini dapat menilai risiko seseorang terkena kanker payudara berdasarkan riwayat genetik dan gaya hidup.

Vika Widiastuti
Rabu, 16 Januari 2019 | 19:18 WIB
Canggih, Kakulator yang Bisa Prediksi Risiko Kanker Payudara

Canggih, Kakulator yang Bisa Prediksi Risiko Kanker Payudara

himedik.com - Sebuah penelitian baru memperkenalkan kalkulator kanker payudara yang bisa memprediksi risiko seseorang terhadap penyakit kanker payudara. 

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Cancer Research UK, metode ini dapat menilai risiko seseorang terkena kanker payudara berdasarkan riwayat genetik dan gaya hidup.

Dengan menggabungkan informasi tentang sejarah keluarga dan genetika, serta faktor-faktor lain seperti berat badan, usia menopause, konsumsi alkohol, dan penggunaan terapi sulih hormon, para ilmuwan berharap dapat menawarkan sesuatu untuk memprediksi risiko kanker payudara.

Kalkulator kanker payudara yang saat ini sedang diuji, juga memperhitungkan 300 indikator genetik berbeda untuk kanker payudara, termasuk BRCA1 dan BRCA2, yang memberi perempuan peluang 50 persen untuk mengembangkan penyakit ini.

"Ini adalah pertama kalinya kita menggabungkan begitu banyak elemen menjadi satu alat prediksi kanker payudara," kata Prof Antonis Antoniou, peneliti utama penelitian di University of Cambridge.

“Ini bisa menjadi sesuatu yang dapat diandalkan untuk kanker payudara, karena sekarang kita dapat mengidentifikasi sejumlah besar perempuan dengan berbagai tingkat risiko, bukan hanya perempuan yang berisiko tinggi," ungkapnya.

Diharapkan, dengan metode ini, para dokter juga dapat memberi rujukan pengobatan dan perawatan yang sesuai tergantung pada tingkat risiko kanker payudara.

"Sebagai contoh, beberapa perempuan mungkin memerlukan janji temu tambahan dengan dokter untuk mendiskusikan pilihan skrining atau pencegahan, sementara perempuan lain dan yang lainnya mungkin hanya perlu nasihat tentang gaya hidup dan diet mereka," tambah Antoniou.

"Kami berharap ini berarti lebih banyak orang dapat didiagnosis lebih awal dan selamat dari penyakit kanker payudara, meski sebenarnya perlu lebih banyak penelitian dan uji coba sebelum kita sepenuhnya memahami bagaimana kalkulator ini dapat digunakan," kata Antoniu seperti dilansir SUARA.com dari The Independent.

Saat ini, sekitar 55.000 orang didiagnosis menderita kanker payudara setiap tahun, dan meski sebagian besar kasus ini terjadi pada perempuan, lelaki juga memiliki risiko untuk terkena kanker payudara. Karena alasan inilah, sangat penting bagi lelaki dan perempuan untuk memeriksakan diri secara teratur.

Baca Juga: Keren! Operasi Pasien Pakai Robot Sukses di China

Perempuan disarankan untuk memeriksa payudara mereka setiap bulan untuk menemukan tanda-tanda kanker payudara yang dapat meliputi benjolan, perubahan ukuran atau bentuk payudara, ruam atau luka pada kulit, keluarnya cairan dari puting susu, lekukan kulit, rasa sakit yang konstan, atau perubahan pada tekstur kulit.

Jangan abaikan juga jika terjadi pembengkakan di sekitar ketiak atau tulang selangka, karena itu bisa menjadi indikator. Sedangkan tanda-tanda kanker payudara pada lelaki dapat berupa benjolan, puting masuk ke dalam, keputihan, luka atau ruam, kulit bengkak, dan benjolan kecil di ketiak.

SUARA.com/Dinda Rachmawati

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB