Berasal dari Kelelawar Vampir, Racun Ini Bisa Dijadikan Obat Mujarab

Namun, para peneliti menemui hambatan untuk mendapatkan sampelnya.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Minggu, 20 Januari 2019 | 22:00 WIB
Berasal dari Kelelawar Vampir, Racun Ini Bisa Dijadikan Obat Mujarab

Berasal dari Kelelawar Vampir, Racun Ini Bisa Dijadikan Obat Mujarab

himedik.com - Penelitian baru-baru ini menyebutkan bahwa kelelawar vampir rupanya memiliki racun yang bisa dijadikan kunci pengobatan untuk berbagai masalah medis serius. Namun, para peneliti menemui hambatan untuk mendapatkan sampelnya.

Dikutip dari Science Daily, Rabu (16/1/2019) lalu, sebuah tim internasional yang dipimpin oleh The University of Queensland menemukan bahwa racun kelelawar vampir (Diphylla ecaudata) mengandung kelas baru peptida yang mengatur tekanan darah.

Peneliti dari UQ School of Biological Sciences, Profesor Muda Bryan Fry, mengatakan, peptida itu dapat menunjang pengobatan untuk berbagai penyakit, termasuk hipertensi, gagal jantung, penyakit ginjal, dan luka bakar. Sayangnya, penelitian itu terhambat oleh aktivitas kriminal di sebuah lokasi di Meksiko.

''Peptida itu merupakan bentuk mutasi dari Calcitonin Gene Related Peptide (CGRP) yang digunakan oleh tubuh kita untuk mengendurkan pembuluh darah,'' kata Fry.

''Perubahan fungsional atau anatomis peptida dari kelelawar itu sangat selektif, sehingga lebih berguna untuk terapi daripada CGRP karena memiliki lebih sedikit efek samping.''

Cek tensi - (Pixabay/rawpixel)
Cek tensi - (Pixabay/rawpixel)

''Ini berpotensi membantu dokter dalam perawatan untuk berbagai gangguan yang diikuti tekanan tinggi pada pembuluh darah kecil, atau mungkin dapat meningkatkan aliran darah ke jaringan yang rusak atau dicangkokkan seperti cangkok kulit,'' katanya lagi.

Fry mengatakan, ada banyak hal yang harus dipelajari daripada ditakuti dari kelelawar penghisap darah. ''Penemuan ini adalah contoh lain mengapa melindungi alam itu sangat penting, karena kita tidak bisa memprediksi dari mana kita akan menghasilkan penemuan besar untuk obat biologis yang baru nanti.'' katanya.

''Hewan berbisa di seluruh dunia sedang dalam kondisi terancam karena penganiayaan yang disengaja akibat ketakutan atau kesalahpahaman manusia.''

Sebagai contoh nyata, Fry dan timnya kesulitan mendapatkan akses untuk sampel kelelawar vampir. Hal itu lantaran situs asli kelelawar vampir di Meksiko diambil alih oleh pengedar narkoba.

''Sekarang terlalu berbahaya bagi teman saya dari Meksiko untuk pergi ke sana, apalagi orang asing seperti saya,'' ungkap Fry.

Baca Juga: Alami Murmur Jantung, Pria Ini Terima Donor Jantung dari Pasien Hepatitis C

''Kita harus menemukan lokasi baru yang aman untuk bekerja. Begitu ketemu, nanti kita bisa menemukan variasi peptida baru dan obat-obatan ajaib yang manjur untuk membantu meningkatkan dan menyelamatkan kehidupan,'' pungkas Fry.

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB