Info

Waduh, Satu Keluarga Diusir dari Penerbangan Gara-gara Bau Badan

Para penumpang mengeluhkan bau badan mereka, sehingga pihak penerbangan mengusirnya.

Dinar Surya Oktarini | Dwi Citra Permatasari Sunoto

Ilustrasi bandara. (pixabay/MichaelGaida)
Ilustrasi bandara. (pixabay/MichaelGaida)

Himedik.com - Akhir Januari silam, pasangan suami istri beserta bayinya diusir dari penerbangan American Airlines karena penumpang lain mengeluhkan bau badan mereka. Mereka dikawal keluar dan dipermalukan di depan umum.

Diberitakan Mirror, Yossi Adler dan Jennie, istrinya, mengatakan bahwa staf di Bandara Internasional Miami mengusir mereka dan bayi perempuannya yang masih berusia 19 bulan karena alasan bau badan mereka yang tidak enak.

Mr Adler, seorang konsultan bisnis berusia 36 tahun, bersikeras bahwa mereka tidak berbau dan mengklaim keluarganya diusir karena alasan lain.

Sebenarnya keluarga itu bersiap untuk terbang dari Miami ke rumah mereka di Detroit pada hari Rabu (23/01), saat insiden itu terjadi. Namun, rencana gagal ketika penumpang mengeluhkan perihal bau badan.

"Tiba-tiba, begitu mereka melepas kami, mereka menutup pintu dan kemudian berkata, 'Maaf Pak, beberapa orang mengeluh Anda memiliki bau badan dan kami tidak membiarkan Anda kembali'," jelas Adler kepada WPLG Local 10 News.

Istrinya mengaku bahwa mereka sangat bingung tentang semuanya, mereka menghentikan orang-orang di bandara untuk mencari tahu apakah mereka benar-benar mencium bau yang tidak enak.

Setelah diusir dari pesawat, mereka diberi tahu bahwa barang bawaan mereka akan dikembalikan, tetapi itu tidak terjadi dan mereka dibiarkan hanya dengan pakaian yang ada di ransel.

Semua yang dibutuhkan untuk merawat anak mereka, termasuk kursi mobil dan kereta dorong, ditinggalkan di pesawat.

"Adler dan istrinya dikeluarkan dari pesawat ketika beberapa penumpang mengeluh tentang bau badan mereka. Mereka telah dipesankan kamar hotel untuk malam ini dan diberi kupon makan. Penerbangan mereka telah diatur ulang pada hari Kamis," jelas American Airlines dalam sebuah pernyataan.

Meskipun demikian, Adler bersikeras menuduh maskapai tersebut mengusir mereka karena alasan sensitif lain.

Berita Terkait

Berita Terkini